Bersih-Bersih Jelang 17 Agustus di Taman Prasasti
NEGARA, PODIUMNEWS.com - Warga seluruh RT di Perumnas Kelurahan Baler Bale Agung, Negara, Jumat (22/7) melakukan gerakan kebersihan di areal prasasti untuk menyambut 17 Agustus.
Selain melibatkan warga, gerakan kebersihan juga melibatkan staf kelurahan, tokoh warga, ketua-ketua RT serta mahasiswa yang kebetulan melakukan kegiatan KKN di Kelurahan Baler Bale Agung.
Kepala Lingkungan Anyar Sari (Perumnas) Putu Suartika mengatakan, gerakan kebersihan di lokasi prasasti dilakukan insidental sepekan sekali. Karena lokasi prasasti merupakan etalasenya Perumnas, maka tanggung jawab menjaga kebersihan adalah semua warga.
"Seminggu sekali kita lakukan gerakan kebersihan, selain untuk tetap menjaga suasana bersih dan nyaman juga melestarikan gotong-royong warga," jelas Suartika.
Terkait menyongsong peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus mendatang, kata Suartika, selain gerakan kebersihan juga akan dilakukan pengecatan terhadap fasilitas taman prasasti seperti ayunan, tempat duduk santai dan tempat bermain anak.
Ketua RT 09 Nursalam menambahkan, ke depan gerakan kebersihan bisa dilakukan secara bergiliran per RT. Atau pihak kelurahan mencari kejelasan soal status taman prasasti, apakah statusnya milik kelurahan atau kabupaten. Kalau statusnya sudah jelas, maka tanggungjawab dan pemeliharaan kebersihan taman bisa lebih konsisten.
"Secara geografis lokasi taman memang berada di Perumnas, sehingga sebagai warga Perumnas secara moral kami ikut bertanggungjawab. Tapi secara institusi kelurahan atau kabupaten juga harus ikut mengkoordinir, makanya status taman harus jelas sehingga tanggungjawabnya juga jelas ," kata Nursalam.
Pengamatan di lapangan, taman prasasti yang berlokasi dekat dengan kantor lurah Baler Bale Agung dan Masjid Al-Hijrah itu, selain berfungsi sebagai taman bermain juga sebagai paru-paru di kelurahan.
Selain ada fasilitas bermain, juga ada tanaman perindang besar yang usianya sudah mencapai sekitar 25 tahun dengan ketinggian sekitar 20 meter. Sayangnya, pohon-pohon perindang itu jarang dilakukan perompesan, sehingga rantingnya liar tak beraturan.
"Akan kami coba minta bantuan Dinas Lingkungan dan Pertamanan untuk perompesannya," kata Kaling Suartika. (Edy)