Kenali Gejala Covid-19 Varian Baru
SEMPAT mereda beberapa pekan, namun tiba-tiba angka kasus Covid-19 di Tanah Air termasuk Bali kembali meningkat pada belakangan ini. Terlebih dikejutkan lagi dengan kemunculan varian baru dari Covid-19 yaitu Omicron BA.4 dan BA.5.
Namun jangan panik dulu. Mari kenali varian baru ini untuk mengetahui cara pencegahan dan menghindari kepanikan yang justru tidak membantu apapun.
So, lanjut saja pada pembahasan.
Dua subvarian Covid-19 baru ini memiliki daya penularan yang lebih tinggi dibandingkan dengan subvarian sebelumnya, yaitu varian Delta. Masa inkubasi dari varian baru ini, yaitu selama tiga hari saja sampai timbulnya gejala.
Varian baru ini mempunyai ciri gejala yang lebih ringan dibandingkan dengan varian sebelumnya. Minimnya gejala ini disebabkan oleh imunitas kelompok atau herd immunity yang sudah terbentuk.
Gejala dari varian baru ini memang tidak menimbulkan keparahan, namun bisa menyebabkan penularan yang sangat cepat. Melihat dari penularannya yang cukup cepat. Maka dari itu masyarakat perlu mengetahui dan mewaspadai gejala dari virus ini.
Gejala atau tanda-tanda omicron BA.4 dan BA.5:
Gejala Umum
Demam
Batuk
Kelelahan
Hilangnya rasa atau bau
Gejala Kurang Umum
Sakit tenggorokan
Sakit kepala
Sakit dan nyeri
Diare
Ruam pada kulit, atau perubahan warna jari tangan atau kaki
Mata merah atau iritasi
Pencegahan
Untuk melakukan pencegahan dari varian baru ini, adalah dengan tetap menjaga protokol kesehatan (Prokes) di manapun berada. Karena protokol kesehatan adalah kunci untuk menghadapi infeksi virus Covid-19 apapun sub variannya.
Protokol kesehatan yang harus dilakukan, yaitu dengan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker, menjaga jarak sejauh 2 meter, mengurangi mobilitas dan melakukan vaksinasi hingga vaksin ketiga atau booster. Karena vaksin booster ini berguna untuk meningkatkan kembali memori antibodi terhadap virus sehingga bisa menurunkan resiko tertular.
Maka dari itu masyarakat perlu dihimbau untuk tidak boleh lengah dan tetap harus waspada serta selalu menjaga protokol kesehatan. (dev/sut)