Podiumnews.com / Aktual / News

BNN Waspadai Jenis Narkoba Jaringan Kartel Eropa

Oleh Podiumnews • 31 Juli 2022 • 20:39:00 WITA

BNN Waspadai Jenis Narkoba Jaringan Kartel Eropa
Kepala BNN RI Komjenpol Petrus Reinhard Golose dalam pertemuan kejuaraan Bali International Choir Festival di Kuta, belum lama ini. (foto/hes)

KUTA, PODIUMNEWS.com – Penemuan 43 kg cocaine di Kepulauan Riau dan penangkapan tiga warga negara asing (WNA) di Bali dengan barang bukti 800 gram cocaine, membuat Badan Narkotika Nasional (BNN) RI lebih meningkatkan kewaspadaan.

Pasalnya, peredaran barang haram jenis ini dilakukan oleh para kartel terorganisir dari wilayah Eropa yang dikenal memiliki jaringan global internasional.

Guna mewaspai hal itu, BNN RI lantas menginstruksikan ke seluruh jajaran BNN Provinsi untuk melakukan pencegahan agar "barang haram" itu tidak masuk wilayah Indonesia. Diharapkan, perang terhadap narkoba atau semboyan "War On Drugs" terus digelorakan demi menyelamatkan generasi muda yang akan datang. 

"Kalau saat ini kita temukan cocaine, maka saat ini mulai ada penyebaran dari luar negeri," ungkap Kepala BNN RI Komjenpol Petrus Reinhard Golose dalam pertemuan kejuaraan Bali International Choir Festival di Kuta, belum lama ini. 

Komjen Golose menerangkan dirinya baru kembali dari pertemuan di South Amerika. Dimana ia melihat pengungkapan kasus cocaine besar-besaran yang dilakukan aparat penegak hukum di sana. Seperti penyitaan 134 ton cocaine di Panama, sebanyak 112 ton dari Kolombia, lebih dari 120 ton disita di Equador dan 70 ton di Argentina. 

Ditegaskanya, yang dilakukan BNN RI saat ini adalah bagaimana meningkatkan kerjasama dengan negara-negara lain agar bisa menghentikan pasokan cocaine dan narkoba jenis lainnya.

Diakuinya, kerjasama dengan negara lain memang sangat luar biasa. Apalagi menyangkut peredaran narkoba jenis cocaine yang sudah mulai menyebar luas dari wilayah Eropa, dari Panama dari Equador hingga ke seluruh dunia. 

"Ada warga Indonesia yang ditangkap di sana 10 kg, tapi sudah dideportasi. Saking banyaknya kartel di sana terjadi perkelahian di penjara di Equador akibatnya banyak orang mati. Berasal dari kartel Kolombia atau behiko atau Meksiko. Bahkan penegak hukum ada yang dibunuh," ujarnya.  

Menurut Jenderal bintang tiga di pundak ini, peredaran narkoba cocaine sudah merambah Indonesia. Seperti penemuan 43 kg cocaine dari Kepulauan Riau dan penangkapan terhadap 3 WNA di Bali

"Saya kembali dari kepulauan Riau Batam. Ada penemuan 43 kg cocain di Pulau Anambas Kepulauan Riau. Di Bali ada 3 WNA yang ditangkap dan masih dikembangkan," bebernya. 

Menyikapi hal ini, BNN mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga Bali dalam mencegah masuknya peredaran cocaine dan narkoba jenis lainnya. 

"Kita bersama-sama di Pulau Bali ini mari menjaga, tentunya mencegah, bagaimana kita bisa meminimalisir peredaran gelap narkotika lainnya," harapnya. 

Melambungnya peredaran cocaine menurut Komjen Golose tidak luput dari harganya yang sangat mahal. Untuk harga cocaine di Argetina seharga 7000 USA dollar per kilogram. Equador 1000 USA dollar per kilogram.

"Di Indonesia sekitar 220-250 USA dollar per kilogram. Betapa menggiurkan berbisnis cocaine ini karena harganya sangat mahal," ungkapnya. 

Komjen Golose pun mengucapkan terima kasih kepada jajaran BNNP Bali yang juga telah mengungkap 3 WNA dengan barang bukti hampir sekilo cocaine. Pihak BNNP Bali saat ini masih mendalaminya bekerja sama dengan stakeholder seperti Imigrasi dan Bea Cukai. 

"Saya terima kasih kepada Kepala BNNP Bali, luar biasa mereka menyelamatkan Bali. Mungkin sekarang masih pemeriksaan dan masih konvoi dan barang bukti itu diduga berasal dari Eropa. Kita juga melibatkan labfor untuk diperiksa kandungan kandungan yang ada," terangnya. 

Jenderal asal Manado Sulawesi Utara ini juga mengajak jajaran BNNP Bali dan Deputi BNN untuk menyikapinya secara serius. "Saya sudah instruksikan ke seluruh jajaran BNNP juga Deputi Pemberantasan BNN untuk memperhatikan peredarannya," pintanya. 

Menindaklanjuti pertemuan di South Amerika, kata Komjen Golose, pihaknya nanti tanggal 9 Agutus akan menggelar operasi interdiksi antar Law Inforcemen melibatkan stakeholder dan pemilik kapal untuk melakukan pencegahan dengan operasi sandi Purnama. 

"Operasi bersandi Purnama ini nantinya di mulai di Bitung, Sulawesi Utara dan berakhir di Dumai Riau, pungkasnya. (hes/sut)