Cara Aman Kelola Medsos Pemerintah
MEDIA sosial (medsos) telah menjadi salah satu pilihan yang digunakan pemerintah untuk berkomunikasi dengan masyarakat dan menjalankan fungsinya dalam memberikan layanan publik
Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi karena secara faktual ada perubahan pola perilaku publik dalam mengkonsumsi informasi beberapa dekade terakhir. Maka keberadaan media sosial bagi sebuah institusi saat ini menjadi bagian tak terpisahkan dalam membangun komunikasi dengan publik. Utamanya pada lima platform media sosial terpopuler, seperti Facebook, Instagram, Twitter, Tiktok dan Youtube.
Meskipun penggunaan media sosial memperlihatkan manfaat, bukan berarti penggunaan media sosial pemerintah ini tanpa risiko. Jika tidak hati-hati malah justru menjadi ‘bumerang’. Karena akun media sosial pemerintah, seperti Instagram atau Twitter, rentan diretas dan disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggungjawab.
Lantas apa yang harus dilakukan oleh para admin, agar akun media sosial pemerintah yang dikelola tidak mudah diretas?
Karena sebagus apapun suatu sistem dibuat, tidak dapat diklaim sebagai sistem yang sempurna. Akan ada orang yang berlomba-lomba mencari celah dan berupaya membobolnya.
Untuk itu, selain memakai sistem keamanan yang sudah disediakan oleh media sosial itu sendiri. Para admin juga harus menjaga perilakunya. Salah satunya, hindari terhubung dengan Wifi publik.
Sebab, tidak pernah tahu siapa orang di balik jaringan tersebut. Ini demi menghindari oknum tak bertanggungjawab hendak mencuri data pribadi para pengguna wifi.
Perlu diingat, bahwa pada dunia digital, tidak ada yang aman 100 persen. Sehingga, jangan asal memanfaatkan koneksi gratis, baik itu untuk akun media sosial pemerintah maupun pribadi.
Selain menghindari wifi publik, password juga perlu diganti secara berkala. Kemudian, untuk media sosial pemerintah, dapat diperkuat di sisi software. Karena Keamanan berbanding terbalik dengan kenyamanan. Semakin aman, biasanya prosedur atau langkah-langkah diperlukan juga semakin banyak.
Selanjutnya, para admin lebih berhati-hati saat masih belum log out menggunakan akun yang sama, namun membuka situs lain, akan berpotensi menjadi malfunction di dalam akun yang dipunyai.
Dalam mengelola media sosial, para admin dituntut serbaekstra. Pertama ekstraketat, agar informasi yang disampaikan kredibel dan valid.
Kedua adalah ekstrakreatif, sehingga informasi yang disampaikan tidak membosankan dan mudah dicerna masyarakat. Dan ketiga adalah ekstrahati-hati, agar tidak mudah diretas, dipelintir, dan menjadi blunder.
So, semoga informasi ini dapat bermanfaat. (dev/sut)