Panitia BRI Liga 1 Dinilai Tak Antisipatif Hingga Ratusan Tewas
JAKARTA, PODIUMNEWS.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai insiden maut di stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur (Jatim) yang mewaskan ratusan orang itu seharusnya tak terjadi jika panitia BRI Liga 1 lebih antisipatif.
“Panitia Pelaksana yang tampak sangat bersemangat. Pertandingan tetap dilangsungkan malam, dan tiket yang dicetak jumlahnya 42.000 padahal kapasitas hanya 38.000,” kata Mahfud melalui akun Instagramnya, Minggu (2/10).
Dari hasil koordinasi yang dilakukan dengan Kapolri dan Kapolda Jawa Timur, dirinya pun sangat menyesalkan peristiwa seperti itu masih bisa terjadi.
“Pemerintah menyesalkan atas kerusuhan di Kanjuruhan. Pemerintah akan menangani tragedi itu dengan baik,” imbuhnya.
Mahfud kemudian menyampaikan rasa dukacita yang mendalam untuk para keluarga korban, dan menjanjikan akan mengusut kasus itu sampai tuntas.
“Kepada keluarga korban, kami menyampaikan belasungkawa. Kami juga berharap agar keluarga korban bersabar dan terus berkordinasi dengan aparat dan petugas pemerintah di lapangan,” terangnya.
“Pemda Kabupaten Malang akan menanggung biaya rumah sakit bagi para korban,” tambahnya.
Sebagaimana diketahui, pertandingan sepak bola antara Arema FC versus (vs) Persebaya Surabaya berlangsung rusuh pada Sabtu (1/10) malam, karena suporter tuan rumah turun ke lapangan usai laga karena timnya kalah dengan skor 2-3 dari Persebaya Surabaya.
Kepanikan di lapangan merembet ke tribun penonton usai aparat kepolisian menembakkan gas air mata untuk menghalau massa. Data sementara hingga Minggu (2/10) siang akibat kerusuhan itu menyebabkan korban 129 orang meninggal dunia karena sesak nafas dan terinjak-injak, dua di antaranya termasuk petugas polisi. (ris/sut)