Podiumnews.com / Aktual / News

Akibat Banjir Bandang Jembrana, Lalin Denpasar-Gilimanuk Lumpuh

Oleh Podiumnews • 17 Oktober 2022 • 09:53:00 WITA

Akibat Banjir Bandang Jembrana, Lalin Denpasar-Gilimanuk Lumpuh
Salah satu rumah warga Jembrana terendam lumpur akibat banjir bandang disebabkan curah hujan cukup tinggi yang terjadi sejak Minggu (16/10) malam hingga Senin (17/10) dini hari. ( foto/edy)

JEMBARANA, PODIUMNEWS.com, Tingginya curah hujan yang mengguyur Jembrana sejak tadi malam hingga pagi ini, menyebabkan banjir hampir di seluruh kecamatan. Mulai Kecamatan Melaya, Negara, Jembrana, Mendoyo dan Pekutatan terdampak banjir.

Paling parah terjadi di Desa Bilukpoh Penyaringan, Kecamatan Mendoyo. Air sungai Bilukpoh meluap sampai ke atas jembatan yang merupakan poros utama jalan Denpasar-Gilimanuk.

Ratusan meter kubik kayu mulai batang ranting dan gelondongan berdiameter 50 cm sampai 70 cm memenuhi rongga jembatan hingga atas jembatan membuat otomatis tidak bisa dilalui. Bahkan dari jarak aman (policeline), jembatan sisi timur tampak seperti mengalami pergeseran.

Tidak hanya itu, banjir yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.00 WITA dini hari itu, juga menumbangkan tiga tiang listrik tegangan tinggi milik PLN, dan sempat menimbulkan suara ledakan akibat korsletaing.

"Tiang sempat dengar ledakan, entah jam berapa karena nggak sempat lihat jam," kata salah seorang warga yang ikut berkerumun menyaksikan meluapnya air sungai Bilukpoh.

Selain tiga tiang listrik milik PLN, puluhan rumah yang berada di sisi barat jembatan hancur, bahkan satu bengkel sepeda motor habis terbawa arus banjir.

Pengamatan Podiumnews.com di lapangan, banjir bandang kali ini, jauh lebih besar dibanding banjir yang sama sekitar dua tahun lalu. Belum diketahui apakah ada korban dalam peristiwa banjir ini.

Namun sejumlah sumber yang masih perlu dikonfirmasi, ada korban seorang remaja putri dan ayahnya yang hanyut, akibat terpeleset saat menyaksikan besarnya air.

Hingga berita ini tayang, Podiumnews.com belum sempat melakukan cross check atas korban tersebut.

Bupati Jembrana, BPBD, POLRI, TNI, Satpol PP dan satuan Brimob, sejak pukul 07.00 WITA sudah di lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap para korban.

Sementara antrian kendaraan baik dari arah timur maupun barat cukup padat. Bahkan yang dari barat antrian mencapai 7 km, dari TKP sampai kota Negara.

Pihak Kepolisian juga sudah melakukan antisipasi, kendaraan berat (truk) yang hendak ke Denpasar, sudah disetop di Gilimanuk mengindari terjadinya penumpukan antrian di sepanjang perjalanan Gilimanuk- Mendoyo.

"Ada juga yang diarahkan lewat Singaraja," kata salah seorang sopir.

Dilihat dari material yang hanyut terbawa arus banjir berupa, dahan, ranting dan kayu gelondongan, dugaan banjir disebabkan aksi pembalakan liar.

Pemerintah baik provinsi maupun kabupaten,  diharapkan lebih tegas dalam menangani perambahan hutan. Jangan sampai aktivitas segelintir oknum perambah hutan, menyebabkan penderitaan masyatakat yang lain. (edy)