Bule Rusia Tewas Leher Tergorok di Toilet Apartemen
KUTA UTARA, PODIUMNEWS.com – Seorang bule asal Rusia bernama Oleg Agafonstev (36) ditemukan tewas digorok di dalam toilet apartemem Oyo Leluhur, Kuta Utara, Badung pada Rabu (19/10) siang.
Tidak hanya luka gorok di bagian leher, korban mengalami luka sayatan pada bagian lengan dan paha.
Sumber mengungkapkan, penemuan jasad ini awalnya diketahui oleh saksi karyawan apartemen, I Gusti Agung Ngurah Ari Kusuma Putra (29).
Saksi mengatakan Rabu siang sekira pukul 11.10 WITA menghubungi korban via Whatsapp (WA). Ia hendak mengkonfirmasi korban akan check out, pada Rabu hari ini.
"Namun korban tidak ada jawaban," kata sumber, Rabu (19/10).
Saksi curiga dan mengajak temannya, Putu Pande Pratama (25) untuk melihat korban ke dalam kamar hotel. Namun setelah ke sana, kedua saksi mendapati pintu kamar korban terkunci dari dalam.
"Kedua saksi memutuskan untuk membuka pintu kamar dengan menggunakan sebuah linggis, dua buah obeng dan sebuah pisau," tutur sumber.
Setelah berhasil membuka pintu kamar korban, kedua saksi tidak mendapati korban berada di dalam kamar. Mereka lalu mendengar ada suara air mengalir di kamar mandi kamar korban.
"Setelah dicek, kedua saksi mendapati korban tewas dalam keadaan tergeletak di lantai kamar mandi, dan melihat sebilah pisau," ungkapnya.
Kondisi korban saat ditemukan sangat mengenaskan, luka sayatan pada leher korban, luka sayat pada lengan tangan dan kaki. Selain itu ada juga luka di bawah pantat kanan terdapat luka bacok.
"Banyak ditemukan luka-luka di tubuh korban," sebutnya.
Menerima laporan tersebut, personel Polsek Kuta Utara, Polda Bali dan Polres Badung langsung ke TKP untuk melakukan penyelidikan. Bahkan Tim Inafis Polda Bali telah dikerahkan untuk melakukan identifikasi. Sampai dengan saat ini masih dilakukan olah TKP.
Kabid Humas Polda Bali Kombespol Stefanus Satake Bayu Setianto yang dikonfirmasi awak media membenarkan penemuan mayat di kamar apartemen tersebut.
Dijelaskanya, polisi masih menyelidikinya. "Soal penyebab kematian asal Rusia ini masih didalami. Apakah dibunuh atau bunuh diri? Kami belum bisa pastikan. Sabar ya!" ujarnya. (hes/sut)