Arogan Sebulan Menjabat, Kepsek SMPN 5 Denpasar Didemo
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Padahal baru sebulan menjabat sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 5 Denpasar Putu Eka Juliana Jaya sudah didemo oleh puluhan siswa dan guru sekolah setempat.
Demo oleh warga sekolah pada Kamis (20/10) itu, dipicu gara-gara sang kepala sekolah dinilai melakukan kebijakan secara otoriter dan bersikap arogan.
Beruntung, aksi demo ini kemudian dapat dimediasi oleh Kapolsek Denpasar Utara Putu Carlos Dolesgit, Camat Denpasar Utara I Wayan Yuswara dan Kadis Disdikpora Kota Denpasar AA Gede Wiratama.
Upaya mediasi dari pihak pejabat pemerintah ini bertujuan agar aspirasi peserta demo segera mendapatkan solusi.
Protes bermula dari kebijakan dan aturan kepsek yang dianggap otoriter. Mereka menilai kebijakan Kepsek Eka Juliana yang baru menjabat sebulan itu tidak layak dilakukan.
Dalam kesempatan itu, Kapolsek Carlos meminta kepada seluruh peserta demo untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Sehingga keamanan wilayah tetap kondusif, dan tidak melakukan pelanggaran hukum dalam menyampaikan aspirasi.
"Jangan sampai peristiwa di SMPN 5 Denpasar ini menjadi pemicu kejadian yang lebih besar. Kami berharap agar situasi kamtibmas tetap aman," ucap Kapolsek.
Sementara salah seorang siswa Kelas IX Made Satria Aldo menyampaikan beberapa keluhan. Terkait kepsek memberikan tugas kepada siswa yang bukan tugasnya. Bahkan tidak ada dukungan dana ekstrakulikuler dan tidak ramah alias arogan dengan siswa.
Keluhan lainnya juga disampaikan salah satu guru, Aditya Setyawan. Ia merasa keberagaman dengan aturan yang ditetapkan bersifat otoriter. Seperti kehadiran guru pengajar dipaksa datang terlalu pagi.
Terlebih pada hari Sabtu-Minggu, siswa/siswi tetap masuk sekolah. Sehingga banyak orang tua mengeluhkan kepada para guru tentang anak mereka yang tidak pernah dapat beristirahat akibat padat kegiatan sekolah.
"Aturan terlalu ketat kepada siswa, sehingga kami sebagai guru merasa kasihan," ujarnya.
Menanggapi hal ini, Kadis Disdikpora Denpasar A.A Gede Wiratama meminta kepada seluruh guru yang melakukan aksi agar besok kembali mengajar seperti biasa sesuai dengan tupoksinya.
"Segala hal yang disampaikan ini, kami sudah catat. Bapak dan ibu guru tidak perlu risau, dan masalah ini akan kami proses segera," tegasnya.
Ditambahkan Gede Wiratama untuk masalah ini segera akan diberikan solusi terbaik agar para siswa tidak terlantar dan dapat kembali belajar seperti biasa. (hes/sut)