Kasus Kematian Ginjal Akut Capai 133 Anak
JAKARTA, PODIUMNEWS.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebutka bahwa jumlah kasus ganggunan ginjal akut progresif atipikal pada anak (GGAPA) di Indonesia tercatat sebanyak 241 kasus dengan 133 kematian atau 55 persen dari kasus di 22 provinsi.
Ia mengatakan jumlah kematian akibat Acute Kidney Injury (AKI) normal terjadi, namun jumlahnya kecil. Tapi terjadi peningkatan mulai Agustus 2022 naik sekitar 36 kasus AKI.
“Begitu ada kenaikan kita mulai melakukan penelitian dan mencari penyebabnya pada September 2022. Kejadian ini banyak menyerang balita dengan gejala klinis demam, hilang nafsu makan. Spesifik dengan ginjal, mereka tidak bisa buang air kecil atau sedikit,” kata Menkes Budi pada konferensi pers, Jumat (21/10) di Jakarta.
Pada September, banyak balita yang dirawat di rumah sakit, kondisinya dengan cepat memburuk hingga menyebabkan kematian. Menkes Budi mengatakan pihaknya melakukan penelitian dengan analogi patologi terhadap patogen (virus, bakteri, dan parasit) di tubuh pasien.
“Hasilnya sangat kecil kandungan patogennya. Setelah itu, pada 5 Oktober 2022 WHO merilis ada kasus AKI di Gambia yang disebabkan senyawa kimia atau toxic,” kata Budi.
Setelah dilakukan pemeriksaan toxiclogy kepada pasien yang dirawat di Rumah Sakit Cipto Mengunkusumo (RSCM), hasilnya, sebanyak 7 dari 11 balita, konfirmasi memiliki zat senyawa kimia berbahaya yaitu Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG).
“Kemudian pasien dilakukan biopsi dan confirm bahwa ada kalsium oksalat, berupa kristal tajam yang dapat merusak ginjal. Setelah dilakukan tes, ditemukan senyawa kimia tersebut di kandungan obat dan di tubuh pasien,” jelas Budi.
BPOM telah melakukan tindak lanjut dengan memerintahkan kepada industri farmasi pemilik izin edar untuk melalukan penarikan sirup obat dari peredaran di seluruh Indonesia yang mengandung dan pemusnahan untuk seluruh bets produk.
Sebelas kasus kematian di Bali
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Bali Nyoman Gede Anom mengungkapkan bahwa secara nasional dari 133 kasus kematian gagal ginjal akut, 11 kasus terjadi Bali dari 17 pasien.
Namun, lanjut Anom, dari 17 pasien tersebut, dua orang dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Keduanya dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah atau RSUP Sanglah Denpasar.
"Sampai saat ini 17 orang dan memang ada dua orang dari luar Bali. Dan 11 orang meninggal dan 6 sembuh dan tidak ada penambahan kasus lagi," kata Anom, Jumat (21/10) di Denpasar.
Sedangkan jumlah pasien paling banyak berasal dari Denpasar. Selain itu ada juga dari Bangli, Klungkung serta Gianyar. (ris/dhy/sut)