Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Puskesmas Diminta Sisir Kasus Ginjal Akut di Desa

Oleh Podiumnews • 23 Oktober 2022 • 17:41:00 WITA

Puskesmas Diminta Sisir Kasus Ginjal Akut di Desa
ilustrasi - ginjal akut pada anak (foto/stockphoto)

JAKARTA, PODIUMNEWS.com – Antisipasi jumlah angka kematian gagal ginjal akut anak terus bertambah, Menko PMK Muhadjir Effendy meminta puskesmas proaktif menyisir kasus ini di desa.  

“Saya mohon pihak kepala desa, bidan desa, kepala puskesmas untuk menyisir anak-anak usia 15 tahun ke bawah untuk dilakukan pemeriksaan secara masif, baik mereka yang sudah memakai obat sirup maupun yang belum,” kata Muhadjir, Sabtu (22/10) di Jakarta.

Ia menegaskan bahwa kasus ini harus segara dicegah jangan sampai situasinya bakal lebih memburuk lagi.  

“Tidak boleh dari pihak pelayanan kesehatan menunggu mereka datang diobati. Tetapi harus menyisir sampai tingkat paling bawah untuk dicatat riwayat kesehatan riwayat pengobatannya,” pinta Muhadjir.

Namun sebagai pencegahan awal, ia juga mengimbau masyarakat untuk sementara tidak mengonsumsi obat sirup pada anak-anak.

“Jadi terutama anak-anak 1-15 tahun mohon diwaspadai betul penggunaan obat sirup,” ujar Muhajir.

Jumlah kasus

Kemenkes per 21 Oktober telah melaporkan kasus gagal ginjal akut anak menjadi 241 kasus. Intensitas kasus terlihat lebih tinggi dalam dua bulan belakangan.

Sementara berdasarkan persentase kasus melaporkan total sembuh sebanyak 39 kasus, sedang dalam pengobatan 69 kasus dan meninggal dunia 133 kasus.

Berdasarkan hasil pemantauan Kemenkes, banyak kasus yang terjadi pada anak rentang usia 1-5 tahun dengan total 153 kasus, kemudian usia 6-10 Tahun 37 kasus, di bawah 1 tahun 26 kasus, dan 11-18 tahun 25 kasus. (dev/sut)