Search

Home / Lifestyle

Satu dari Tiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental

Editor   |    27 Oktober 2022    |   18:52:00 WITA

Satu dari Tiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental
Ilustrasi – remaja sedang mengalami depresi (foto/istock)

JAKARTA, PODIUMNEWS.com - Sangat mengejutkan. Sebuah data penelitan menemukan bahwa satu dari tiga remaja berusia 10 -17 tahun di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.

Sementara satu dari dua puluh remaja lain memiliki gangguan mental dalam 12 bulan terakhir.

Data survei ini dirilis Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) di Jakarta pada Kamis (20/10) lalu.

Peneliti Utama I-NAMHS Prof Siswanto Agus Wilopo menyebutkan bahwa angka ini setara dengan 15,5 juta dan 2,45 juta remaja.

Remaja pada kelompok ini adalah remaja terdiagnosis gangguan mental sesuai panduan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Edisi Kelima (DSM-5). DSM-5 selama ini menjadi panduan penegakan diagnosis gangguan mental di Indonesia.

“Remaja dengan gangguan mental mengalami gangguan atau kesulitan dalam melakukan kesehariannya yang disebabkan oleh gejala gangguan mental yang ia miliki,” kata Siswanto

Guru Besar FK KMK UGM ini menambahkan, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa gangguan mental paling banyak diderita remaja terkait gangguan cemas (gabungan antara fobia sosial dan gangguan cemas menyeluruh) sebesar 3,7 persen.

Disusul gangguan depresi mayor (1,0 persen), gangguan perilaku (0,9 persen), serta gangguan stres pasca-trauma (PTSD) dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD) masing-masing sebesar 0,5 persen. 

Menurut Prof Siswanto, meski pemerintah sudah meningkatkan akses ke pelbagai fasilitas kesehatan, hanya sedikit remaja mencari bantuan profesional untuk masalah kesehatan mental mereka.

Padahal, lanjut dia, hampir 20 persen dari total penduduk Indonesia berada dalam rentang usia 10 – 19 tahun. Sehingga populasi remaja dapat dikatakan memiliki peran penting bagi perkembangan Indonesia, terutama untuk meraih bonus demografi dan merealisasikan visi Indonesia Emas 2024.

“Hanya 2,6 persen dari remaja yang memiliki masalah kesehatan mental menggunakan fasilitas kesehatan mental atau konseling untuk membantu mereka mengatasi masalah emosi dan perilaku mereka dalam 12 bulan terakhir,” sebut Siswanto.

“Angka tersebut masih sangat kecil dibandingkan jumlah remaja yang sebenarnya membutuhkan bantuan dalam mengatasi permasalahan mental mereka,”  imbuh Siswanto. (dev/sut)

 


Baca juga: Ini Pendapat Pakar Soal Citayam Fashion Week