Search

Home / Nasional

Dua Perusahaan Farmasi Dijatuhi Sanksi Administratif

Editor   |    01 November 2022    |   19:40:00 WITA

Dua Perusahaan Farmasi Dijatuhi Sanksi Administratif
logo BPOM (foto/bpom)

JAKARTA, PODIUMNEWS.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan sanksi administratif kepada dua perusahaan produk farmasi yang memproduksi sejumlah sirup obat yang diduga menggunakan pelarut Etilen Glikol (EG) & Dietilen Glikol (DEG) melebihi ambang batas yang ditentukan.

Kepala BPOM Penny K. Lukito mengatakan kedua perusahaan farmasi tersebut yaitu PT Yarindo Farmatama dengan alamat Cikande, Serang, Banten dan PT Universal Pharmateutical Industries dengan alamat di Tanjung Mulia, Medan, Sumatera Utara.

“Dua industri farmasi yang melanggar ini telah diberikan sanksi administratif berupa penghentian produksi, distribusi, penarikan kembali, dan pemusnahan,” kata Penny melalui keterangan pers, Selasa (1/11).

Kemudian lanjut Penny, telah dicabut serfitikat cara pembuatan obat yang baik (CPOB) untuk sediaan cairan oral beta lactam.

Hasil pemeriksaan ditemukan bukti bahwa kedua industri farmasi telah melakukan perubahan bahan baku propilen glikol dan sumber pemasoknya tanpa melalui kualifikasi pemasok.

Penny menjelaskan pengujian bahan baku yang dilakukan, harusnya dilakukan oleh produsen sesuai dengan aturan yang ditegakkan BPOM. Apabila ada perubahan bahan baku, harus dilaporkan kepada BPOM.

Penny mengatakam BPOM telah berkolaborasi dengan Baresktim Polri yang telah melakukan operasi bersama sejak 24 Oktober 2022 lalu terhadap dua industri farmasi tersebut.

“Hasil penyidikan di kedua lokasi tersebut, terdapat adanya bahan pelarut propelin glikol produk jadi serta bahan pengemas yang diduga terkait dengan sirup obat yang mengandung ED dan DEG yang melebihi ambang batas,” kata Penny. (dev/sut)


Baca juga: Kapolri Umumkan Irjen Ferdy Sambo Jadi Tersangka