Siswi Jatuh dari Lantai Tiga Diduga Depresi
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Teka-teki penyebab siswi SMAN 8 Denpasar yang jatuh dari lantai tiga gedung sekolah di Jalan Antasura Denpasar itu mulai terjawab.
Diduga siswi berinisial KMP (16) itu sengaja menjatuhkan diri karena depresi.
Dari informasi yang dihimpun, ia sempat berucap, "Aku sudah bosan". Bahkan meminta temannya untuk mengabadikan lewat kamera video ponselnya.
Selanjutnya, ia naik ke lantai tiga dan langsung menjatuhkan diri. Beruntung, nyawa korban selamat meski mengalami pergeseran tulang leher dan luka lebam di sekujur tubuhnya.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi membenarkan insiden yang terjadi di sekolah SMAN 8 Denpasar itu. Ia mengatakan kejadianya berlangsung pada Rabu (2/11) sekira pukul 06.00 WITA.
Menurut para saksi yang juga rekan korban pada jam tersebut, KMP datang dan langsung menuju Kelas X.12 tempatnya belajar mengajar.
Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba saja KMP meminta ke temannya untuk memvideokan dirinya dengan menggunakan handphone milik korban sambil mengatakan, "Aku sudah bosan".
Tak lama berselang, korban langsung naik ke atas tembok pagar depan kelas yang berada di lantai tiga. Melihat kenekatan korban, saksi temannya sempat melarang.
"Saksi temannya sempat melarang korban untuk tidak naik, namun korban langsung loncat sehingga jatuh ke bawah di lantai dasar halaman sekolah," kata Iptu Sukadi, Kamis (3/11) di Denpasar.
Akibat peristiwa itu korban langsung tak sadarkan diri. Melihat korban tak sadarkan diri, teman-temanya segera membantu mengangkat korban dan dibawa ke ruangan UKS.
"Setelah di ruang UKS korban diberikan pertolongan dengan mengoles minyak telon ke hidung, baru korban sadar kembali dan berbicara dengan para saksi," terang Iptu Sukadi.
Sekira pukul 08.00 WITA, orang tua korban tiba di sekolah dan membawa anaknya dengan menggunakan mobil pribadinya ke RSUP Sanglah Denpasar.
"Anggota Polsek Denpasar Utara juga ke IGD RSUP Sanglah untuk mengecek kondisi korban," ujarnya.
Dari penjelasan ibu korban, terang Iptu Sukadi, korban mengalami pergeseran tulang leher, mengalami lebam di bagian lengan sebelah kanan, dan nyeri di bagian pinggul.
"Korban masih sedikit linglung saat ditanyai keadaanya oleh ibunya," ucapnya.
Dijelaskanya lebih lanjut, pascakejadian korban sudah dirawat di IGD dengan didampingi sang ibu dan dua guru sekolah. Guna dilakukan observasi, rencananya korban akan dipindahkan ke kamar rawat inap untuk mendapatkan penanganan lebih intensif. (hes/sut)