LBH BWCC: Kesadaran Masyarakat Melaporkan Kekerasan Seksual Mengalami Kenaikan
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Direktur LBH Bali Women Crisis Center (WCC), Ni Nengah Budawati menjelaskan, kenaikan jumlah laporan kekerasan perempuan dan anak pada tahun 2022, menunjukan tingkat kesadaran masyarakat untuk melaporkan tindakan kekerasan mulai mengalami peningkatan.
"Saya pikir jika disetiap tahun laporan terhadap kasus kekerasan meningkat itu bagus. Karena jika ada banyak laporan artinya pasti banyak orang yang melapor dibandingkan kemudian tidak ada," ujar Budawati saat diwawancara dalam Konser Amal LBH Bali WCC, di Art Center, Denpasar, Sabtu (11/12).
Menurut Budawati, sebelumnya kesadaran pelaporan tindakan kekerasan, masih sangat rendah. Hal ini lantaran adanya rasa takut dari pihak korban, serta tidak adanya support dari keluarga atau orang sekitar kepada korban.
"Sebab kami punya kantor di bulu indah dalam setahun itu paling tidak yang langsung melapor ke kantor itu dua sampai tiga orang. Itupun (korban) dengan tingkat pendidikan tinggi, yakni Sarjana," ujar Budawati.
Budawati berharap agar korban tindak kekerasan yang mayoritas dialami oleh perempuan dan anak, berani bicara dan tahu tempat dimana untuk melapor.
Dilain pihak, Kasubdit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ditreskrimum Polda Bali AKBP Ni Luh Kompyang Srinadi, mengemukakan data laporan tersebut laksana fenomena gung es, yang terlihat hanya di permukaannya saja.
Menurutnya masih banyak kasus-kasus yang tidak dilaporkan kepada pihak berwenang, yang diakibatkan oleh tiadanya keberanian, serta masih maraknya anggapan dalam masyarakat bahwa melapor akan membuka aib keluarga.
"Kita berharap bahwa masyarakat kita semakin sadar bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak harus ditangani dengan maksimal," tegasnya.
Lebih lanjut, Unit PPA Ditreskrimum Polda Bali mencatat per November 2022 laporan kasus kekerasan terhadap perempuan mencapai 248 kasus, naik 2,9 persen dibandingkan laporan sebanyak 241 pada tahun 2021.
Sementara laporan kekerasan terhadap anak mengalami kenaikan sebesar 19 persen pada tahun 2022. Dimana laporan kasus kekerasan terhadap anak pada tahun 2021 sebanyak 73 kasus naik menjadi 87 kasus per November 2022. (adi/sut)