Bali Borong Penghargaan Dalam Ajang Championship Digitalisasi Daerah 2022
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Provinsi Bali berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus, dalam ajang "Championship Digitalisasi Daerah 2022", yakni juara 1 TP2DD Provinsi terbaik regional Jawa-Bali, juara 1 TP2DD Kabupaten terbaik regional Jawa-Bali, serta BPD Bali sebagai Bank Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) terbaik secara nasional.
Sebagai apresiasi atas prestasi tersebut, Gubernur beserta Wakil Gubernur Bali, Pejabat Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali Trisno Nugroho dan Direktur Utama BPD Bali Nyoman Sudharma. Berkumpul untuk merayakan keberhasilan Bali dalam ajang championship TP2DD tersebut, di Jaya Sabha, Senin (19/12).
Gubenur Bali, Wayan Koster mengungkapkan, tim percepatan dan perluasan digitalisasi daerah, telah dibentuk sejak awal tahun 2021. Ia mengatakan Bali concern terhadap digitalisasi, karena digitalisasi akan mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan pemerintah daerah.
"Dengan sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia Bali dan BPD Bali, tingkat digitalisasi di Provinsi Bali dan seluruh kabupaten/kota di Bali, berhasil mendapat predikat dengan status digital," ujar Koster.
Menurutnya predikat status digital tersebut didapatkan Bali karena penerimaan pajak daerah di Bali telah 100 persen diterima melalui kanal non tunai, sedangkan penerimaan retribusi daerah di Bali juga sudah 66 persen diterima melalui kanal non tunai, dan sisa 34 persen diterima secara tunai per Juni 2022.
"Capaian tersebut didukung oleh program unggulan TP2DD Provinsi Bali yaitu, Virtual Account Samsat (VAST), yang fokus kepada layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor, sehingga masyarakat Bali dapat membayar pajak kendaraan bermotor secara non tunai, cepat dan mudah" jelas Koster.
Koster juga menambahkan, digitalisasi pembayaran retribusi berbasis QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di Bali telah diterapkan di banyak sektor, mulai dari retribusi pelayanan kesehatan, pemakaian kekayaan daerah, tempat penginapan, tempat rekreasi dan olahraga, penjualan produksi usaha daerah, dan retribusi izin usaha perikanan.
Lebih lanjut, Koster menerangkan pencapaian tersebut juga sejalan dengan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran ritel berbasis QRIS, yang sangat cepat diadopsi oleh masyarakat Bali.
"Dari sisi supply, jumlah merchant yang menyediakan opsi pembayaran ORIS di Bali pada bulan Oktober 2022 tercatat sebanyak 544 809 merchant, atau tumbuh 38 persen. Di sisi demand, jumlah penduduk Bali yang telah aktif sebagai pengguna QRIS tercatat sebanyak 609 343 user, atau tumbuh 197 persen," terang Koster.
Hal tersebut menjadikan Provinsi Bali masuk kedalam sepuluh besar pengguna QRIS terbanyak. Sekaligus menjadi provinsi dengan implementasi QRIS terbaik wilayah Jawa-Bali pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2022. (adi/sut)