GMNI Tunggu Tindak Lanjut Polda Bali Terhadap Penyelewengan BBM Galian C di Karangasem
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Denpasar akan menunggu hasil tindak lanjut Propam Polda Bali dalam mengusut dan mengungkap temuan penyelewengan BBM jenis solar pada Industri Tambang Galian C di Karangasem.
Hal ini setelah Propam Polda Bali mengadakan pertemuan bersama GMNI Denpasar, Sabtu (9/12) untuk meminta keterangan dan informasi berkaitan dengan penyelewengan BBM serta keterlibatan oknum polisi didalamnya.
"Setelah diskusi kemarin, kami didatangi oleh Propam Polda Bali yang ingin menindaklanjuti dan mengusut kasus ini, dan terutama kepada oknum polisi yang terlibat dalam penyelewengan BBM," ungkap Wakil Bidang Politik dan Agitasi GMNI Denpasar, Gerry Gunawan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (17/12).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan GMNI Denpasar diketahui bahwa jumlah BBM Solar subsidi yang diselewengkan mencapai 62.608 liter per harinya dan jika dirupiahkan dengan dihitung selisih antara harga solar subsidi dan industri mencapai Rp 1.061.205.600 miliar.
Temuan GMNI Denpasar juga menunjukan adanya keterlibatan oknum polisi, dengan modus operandi memuluskan akses bagi pengusaha tambang untuk mendapatkan BBM bersubsidi.
Sementara itu, Peneliti GMNI Denpasar, Wirawan Mahayana pun menilai bahwa ini adalah preseden buruk bagi tata kelola subsidi BBM di Bali lantaran terdapat oknum-oknum yang membuat subsidi BBM jadi tidak tepat sasaran.
"Seharusnya subsidi BBM tepat sasaran. Jadi para penyelenggara-penyelenggara perminyakan atau BBM dilapangan bisa membuat BBM Subsidi tepat sasaran," ujarnya.
GMNI Denpasar pun berharap praktik penyelewengan BBM jenis solar yang digunakan pada Industri Tambang Galian C di Karangasem segera dibersihkan. Pasalnya penyelewengan BBM telah merugikan masyarakat Bali.
"Harapan, tentunya tidak ada lagi permasalahan serupa. Entah nanti akan ada penangkapan atau apa. Kami Harapkan Bali bersih dari kasus penyelewengan BBM bersubsidi. Agar BBM bersubsidi bisa dinikmati rakyat dan tepat sasaran," jelas Mahayana.
Diketahui penelitian yang dilakukan oleh GMNI Denpasar berlangsung dari bulan Oktober-November 2022, didasari kegelisahan akibat kenaikan harga BBM, kemudian disusul dengan terjadinya kelangkaan BBM bersubsidi jenis solar.
"Kami mulai memetakan apa permasalahan. Nah kebetulan rekan-rekan kami dari Karangasem mendengar isu ada penyelewengan BBM di Industri. Nah maka dicobalah melakukan penelitian yang kemudian kami berhasil menemukan sejumlah bukti-bukti," terangnya. (adi/sut)