Podiumnews.com / Aktual / News

KPU Denpasar Laksanakan Tes Tertulis Pembentukan Badan Adhoc PPS

Oleh Adi Saputra • 10 Januari 2023 • 18:00:00 WITA

KPU Denpasar Laksanakan Tes Tertulis Pembentukan Badan Adhoc PPS
KPU Denpasar selenggarakan tes tertulis seleksi pembentukan Badan Adhoc, Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkatan desa/kelurahan, Senin (10/1) (foto/adi)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar, melaksanakan lanjutan tahapan seleksi pembentukan badan Adhoc, Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat desa/kelurahan. Dengan mengundang 282 pendaftar yang sebelumnya telah lulus seleksi administrasi, untuk selanjutnya mengikuti tes tertulis dengan metode Computer Assistent Test (CAT), pada Senin (10/1).

Ketua KPU Kota Denpasar, I Wayan Arsa Jaya mengatakan, proses seleksi pembentukan badan Adhoc metode CAT ini dilakukan bekerjasama dengan Stikom Bali. Memanfaatkan 4 ruang kelas, yang di isi 20 komputer untuk setiap ruangan.

"Ada 4 kecamatan di Denpasar ini, dibagi atas 4 sesi. Tadi pagi kami sudah melakukan untuk (kecamatan) Denpasar Barat, kemudian Denpasar Utara, kemudian Denpasar Timur, dan terahir pada sesi kali ini Denpasar Selatan. Jadi 282 orang ini, sudah kami undang, dan mengikuti proses seleksi secara CAT perhari ini, dan hasil daripada tes tertulis hari ini, kami umumkan langung di tempat," jelas Arsa di Denpasar, Senin (10/1).

Arsa menerangkan, setelah tahapan tes tertulis, selanjutnya akan ada tahap sesi wawancara, berdasarkan hasil dari tes tertulis ini. Setelah melalui tahapan wawancara, pihaknya akan menetapkan sebanyak 3 orang sebagai petugas PPS.

"Nanti kami akan tetapkan hasilnya. Di masing-masing desa/kelurahan akan ada tiga orang petugas PPS, yang akan direkrut untuk menjadi penyelenggara pemilu 2024.
Dari 43 desa/kelurahan yang ada (di Kota Denpasar), masing-masing tiga orang itu berjumlah, semuanya yang kita rekrut adalah 129 orang," terangnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan PPS memiliki tugas untuk membantu KPU dalam penyelenggaraan Pemilu di tingkatan desa/kelurahan. Seperti pemutahira data pemilih, pendistribusian logistik, pembentukan KPPS, dan perekrutan panitia pendaftaran pemilih.

"PPS punya peran strategis sebagai ujung tombak penyelenggara di bawah KPU, sebelum KPPS dibentuk nanti. Oleh karena tahapan pemilu 2024 ini adalah relatif berat, kami pun sangat selektif nanti dalam proses merekrut penyelenggara ini," ujarnya.

Arsa menambahkan, pihaknya sedapat mungkin akan merekrut penyelenggara pemilu dengan mengutamakan integritas dan independensi.

"Perhelatan pemilu ini kan berbeda, artinya dari sisi tekanan karena pesertanya adalah partai politik, pesertanya juga adalah perseorangan berupa (calon) DPD, dan kemudian calon-calon legislatif yang ada di tingkatan kota, dan tingkatan provinsi," imbuhnya.

Lebih jauh, ia mengatakan akan mendorong PPS, agar mampu bersosialisasi dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat, utamanya partisipasi masyarakat di lingkungan desa/kelurahan masing-masing. (adi/sut)