Podiumnews.com / Aktual / News

Hari Valentine Jadi Ajang Sosialisasi Pemilu Damai Untuk Masyarakat

Oleh Adi Saputra • 14 Februari 2023 • 20:05:00 WITA

Hari Valentine Jadi Ajang Sosialisasi Pemilu Damai Untuk Masyarakat
Ketua KPU Kota Denpasar, I Wayan Arsa Jaya (foto/adi)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar menggelar `Sosialisasi Pemilu Damai Partai Politik Tahun 2024` yang dibarengi dengan kegiatan bersepeda, dan berbagi coklat.

Ketua KPU Kota Denpasar, I Wayan Arsa Jaya mengungkapkan, kegiatan sosialisasi pemilu damai tersebut diorientasikan untuk mengingatkan masyarakat bahwa satu tahun dari sekarang akan dilaksanakan Pemilu serentak, yang bertepatan juga dengan hari valentine.

"Iya rangkaian kegiatan bersepeda hari ini kebetulan dilepas Pak Walikota bersama Kapolresta dan Kajari juga Forkompimda diwakilkan, kami rangkai dengan kegiatan mensosialisasikan, membagi informasi, flyer dan coklat, di perempatan catur muka kita memberikan informasi ke masyarakat yang sedang menggunakan jalan," jelas Arsa, di Denpasar, Selasa (14/2).

Arsa mengatakan, pelaksanaan proses sosialisasi dilakukan secara masif termasuk memanfaatkan momentum hari valentine hari ini. Dengan harapan masyarakat mampu menyerap infomasi kepemiluan, dan berkenan ikut berpartisipasi.

Lebih lanjut, ia menerangkan, dalam tahapan yang tengah berlangsung saat ini, pihaknya memiliki Petugas Pemutahiran Data Pemilih (Pertalih) sebanyak 1887 orang dari 43 desa/kelurahan di wilayah kota Denpasar.

"Di masing-masing TPS sedang bergerak juga melakukan Coklit (pencocokan data pemilih, red) yang sekaligus merupakan sosialisasi secara langsung ke tengah masyarakat, jadi harapannya selain memastikan warga Denpasar bisa didaftar diakomodir dan bisa melakukan pemilihan," terangnya.

Asra juga mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi secara masif ke sekolah-sekolah SMA dan SMK di Kota Denpasar saat mereka mengadakan MPLS.

"Kalau dihitung angkanya untuk anak-anak SMA, SMK itu yang akan menjadi pemilih pemula nanti 2024, saya kurang tau angkanya tapi mungkin ada dua puluh dua ribuan kemarin kalau tidak salah hitung," ujarnya.

Lebih jauh, Arsa mengatakan pihaknya telah malakukan berbagai upaya untuk mendorong tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu, lantaran saat Pemilu 2019 dan Pilkada 2020 Kota Denpasar menjadi daerah dengan tingkat partisifasi pemilih terendah di provinsi Bali.

"Kami akan mencoba masuk lebih dalam, kami sudah kerjasama dengan beberapa institusi pendidikan dalam hal ini untuk melakukan riset. Dan hal penting salah satunya bahwa kecenderungan pemilih ada saat pertama kali mendapatkan haknya, maka akan terus menggunakan haknya," ungkap Arsa. (adi/sut)