Kedatangan Wisatawan Tiongkok, Kemenkraf Optimis Pariwisata Bali Bangkit
BADUNG, PODIUMNEWS.com - Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata RI, Ni Made Ayu Marthini mengungkapkan optimismenya terhadap pemulihan pariwisata Bali, lantaran telah dilonggarkannya beberapa syarat berwisata selama pandemi covid-19, seperti karantina di hotel.
Selain itu, pernyataan Konjen Tiongkok untuk Bali juga menguatkan keyakinannya, bahwa pertanggal 6 Februari pemerintah Tiongkok akan melepaskan group-group vakansi ke berbagai negara di dunia, salah satunya Indonesia.
“Mereka sudah menyatakan, kementerian pariwisatanya dan ekonominya disana bilang bahwa Indonesia salah satu negara yang boleh dituju, dan kemudian seluruh penerbangan yang dulunya tidak dapat izin itu boleh dibuka juga. Artinya setelah Imlek ini akan lebih banyak lagi pesawat (dari Tiongkok) yang akan datang secara langsung ke Bali,” ujar Marthini saat penyambutan turis Tiongkok di Bandara Ngurai Rai, Minggu (21/1).
Marthini menuturkan, berdasarkan kedatangan wisatawan tahun lalu, dan dengan adanya direct flight, pemerintah dalam Renstra menargetkan Kemenkraf di tahun ini mampu mendatangkan 255 300 orang wisatawan ke Bali.
“Itu target ya, tapi kita semua, Pak Gub (Gubernur Koster, red) tadi sudah bilang, berharap dan berupaya agar melebihi target itu dan bahkan kalau bisa seperti tahun 2019, tahun lalu Australia nomor satu, India nomor dua dan RRT (Republik Rakyat Tiongkok) nomor sembilan, tapi tahun ini mungkin berubah, karena kan sudah terbuka,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, berdasarkan kalkulasi kunjungan wisatawan tahun-tahun sebelumnya, Bali mampu menyumbang 53 persen kunjungan turis asing ke Indonesia. “Kalau hitung-hitungan kita 7,4 persen secara nasional, kalau 53 persen Bali nya berapa, 4 jutalah kira-kira,” kata Marthini.
Dirinya menambahkan, bahwa dunia pariwisata merupakan salah satu sektor yang menyumbang lapangan kerja sangat tinggi di Indonesia, dengan demikian pihaknya telah menjalin komunikasi yang baik dengan semua pihak terkait, guna membangkitkan pariwisata Indonesia terkhusus Bali.
Lebih jauh, Marthini menerangkan, Bali sangat popular di Tiongkok, masyarakat disana tertarik dengan alam Bali, masakannya, dan budayanya. Dengan demikian pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menarik kujungan wisatawan Tiongkok ke Bali, mulai dari melakukan promosi, memudahkan akses masuk, meningkatkan kualitas pelayanan, keamanan dan kenyamanan wisatawan.
“Bagaimana cara kita mengamplifikasi itu, ada berbagai cara. Di Tiongkok, kita harus tahu mereka sukanya apa, media sosial mereka sangat aman, yang utama disana tiktok, kita ikut untuk promosikan. Kedua akses masuk, bagaimana caranya agar semakin banyak penerbangan yang langsung bisa ke Bali, bagaimana caranya agar visa juga mudah, hari ini kan kita sudah lihat seberapa lancarnya, kurang dari 30 menit sudah beres semuanya. Karena kita tahu pelayanan itu penting” terangnya. (adi/sut)