Kepulangan Jenazah Supini Dijemput Sejumlah Pejabat
BADUNG, PODIUMNEWS.com - Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang menjadi salah satu korban meninggal gempa Turki, Ni Wayan Supini (44) tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai, Badung, Kamis (23/2) sore.
Kepulangan jenazah Supini dijemput sejumlah pejabat dan keluarga korban.
Tampak pejabat yang hadir adalah Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas, Danlanud I Gusti Ngurah Rai Kolonel Pnb Putu Sucahyadi dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Bali Ida Bagus Setiawan dan Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali Anak Agung Gde Indra Hardiawan.
Jenazah Supini dibawa oleh pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 7980 dari Bandara Adana ?akirpa?a, Turki pada Rabu (22/2) pukul 01.20 waktu setempat, dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu malam sekitar pukul 19.50 WITA. Selanjutnya Jenazah korban gempa Turki dibawa menuju Bandar Udara Internasional Ngurah Rai menggunakan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 422 berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta dan tiba pukul 15.50 WITA.
Tampak, setelah turun dari pesawat jenazah diusung oleh pasukan TNI-Polri menuju mobil ambulans. Selanjutnya jenazah dibawa ke kampung halaman korban di Kabupaten Klungkung, guna disemayamkan
Untuk diketahui, selain Ni Wayan Supini, pesawat juga membawa jenazah Irma Lestari (PMI asal Lombok, Nusa Tenggara Barat) yang ditemukan dalam puing
Kapolda Bali Putu Jayan mengatakan bahwa sesuai dengan arahan dari Mabes Polri agar TNI-Polri membantu mengurus kedatangan jenazah korban gempa Turki hingga diambil oleh keluarga korban di Bali.
"Kami dari Mabes Polri mendapatkan perintah untuk mengurus kedatangan jenazah korban dari Jakarta sampai Bali dan diserahkan ke keluarga Korban," ujar Kapolda Putu Jayan, Kamis (23/2) di Badung.
Ia jug secara secara pribadi dirinya menyampaikan bela sungkawa atas peristiwa gempa di Turki. "Ini menjadi duka bagi kita semua. Polda Bali juga menyiapkannya personelnya untuk melaksanakan pengamanan sehingga perjalanan lancar mulai dari turun pesawat sampai ke rumah duka di Kabupaten Klungkung," kata Kapolda Putu Jayan.
Data ulang PMI
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali Ida Bagus Setiawan berjanji pihaknya akan mendata ulang PMI yang masih ada di luar negeri, khususnya yang belum tercatat.
"Kejadian ini tentu membuat kita melek, bahwa tidak semua pekerja migran Indonesia yang di luar negeri itu memenuhi persyaratan untuk pergi. Sehingga perlu dilakukan filter di sisi hulu, dengan cara bekerja sama dengan imigrasi. Karena tidak ditutupi bahwa masih terdapat PMI ilegal yang bekerja di luar negeri tanpa mengikuti SOP yang berlaku,” kata Setiawan.
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali, Anak Agung Gde Indra Hardiawan bahwa almarhum Ni Wayan Supini berangkat pada bulan Juli 2022 dan tidak terdaftar di Siskotkln (sistem pendataan pekerja migran Indonesia) dikarenakan menggunakan visa visit/holiday.
Sesuai data, lanjut dia, Supini berangkat bekerja keluar negeri untuk pertama kali dan diajak oleh temannya yang berada di Turki.
Almarhum Supini yang tinggal di Desa Negari Br Tegal Besar Klungkung, meninggalkan suami I Nyoman Ranten (50) dan tiga anak.
Suami almrhum Supini, I Nyoman Ranten mengatakan setelah jenazah diberangkatkan dari Terminal Kargo dan Pos Domestik Bandar Udara Internasional Ngurah Rai dan sesuai rencana akan dititipkan di Rumah Sakit Umum (RSU) Klungkung, karena di desa almarhum sedang ada kegiatan upacara piodalan. Kemudian sesuai rencana akan di kubur pada tanggal 10 Maret mendatang
Sesampai di RSU Klungkung, nampak Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyambut dan menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga. Pihaknya juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada KBRI Ankara Turki yang sudah membantu kepulangan jenazah. (hes/dhi/sut)