Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Presiden Jokowi Minta Jaga Kelestarian Pura Besakih

Oleh Editor • 13 Maret 2023 • 17:51:00 WITA

Presiden Jokowi Minta Jaga Kelestarian Pura Besakih
Presiden Jokowi membacakan pidatonya pada acara Peresmian Penataan Kawasan Suci Pura Agung Besakih, Senin (13/3) di Karangasem. (foto/setpres)

KARANGASEM, PODIUMNEWS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan upaya melestarikan Pura Agung Besakih akan meningkatkan jumlah pengunjung menjadi signifikan di masa mendatang. Maka, setiap pemangku kepentingan wajib menerapkan kebijakan menjaga kelestarian di lokasi destinasi tersebut.

Perlunya menjaga kelestarian itu, karena pemerintah telah selesai membangun berbagai fasilitas sarana dan prasarana pendukungnya. Sebagai pendukung utama dalam membuat para wisatawan menjadi lebih nyaman saat mengunjungi destinasi wisata unggulan di Bali itu.

“Kedatangan umat dan pengunjung yang semakin banyak tanpa diimbangi dengan penataan, tanpa ada antisipasi ke depan, akan menimbulkan kesemrawutan dan ketidaknyamanan,” kata Presiden Jokowi pada Peresmian Penataan Kawasan Suci Pura Agung Besakih, Senin (13/3) di Karangasem.

Ada dua area yang telah dibangun oleh pemerintah pusat bersama dengan pemerintah daerah Bali. Yakni area Bencingan dan area Manik Mas yang telah selesaikan dibangun berbagai infrastruktur pendukung pariwisata di sana pada beberapa waktu yang lalu.

“Pada 2021 saya perintahkan dan saya minta kepada Menteri PUPR, Pak Basuki, untuk melakukan penataan di Kawasan Pura Besakih ini bersama-sama dengan Gubernur Provinsi Bali,” tutur Presiden Jokowi.

Pengelolaan secara profesional menjadi kunci dalam menjaga kelestarian Pura Agung Besakih. Jadi, kolaborasi antara pemerintah pusat dengan daerah sangat penting dalam memastikan berlangsung pengelolaan kawasan pariwisata di destinasi wisata tersebut.

Menurut Presiden Jokowi, dengan melakukan pengelolaan yang profesional pada destinasi wisata itu dapat menyelaraskan  berbagai pemangku kepentingan kepentingan. Sehingga, semua elemen masyarakat dapat dilibatkan secara aktif dalam mendukung pengelolaan Pura Agung Besakih yang profesional.

“Harus disiapkan manajemen dengan kompetensi yang baik, sehingga mampu menjembatani berbagai kepentingan-kepentingan yang ada. Libatkan Desa Besakih dan Desa Adat Besakih, beri kesempatan kepada masyarakat juga untuk ikut berpartisipasi dan berkontribusi,” kata Presiden Jokowi.

Dengan begitu, lokasi destinasi pariwisata yang kerap didatangi oleh wisatawan domestik, mancanegera, dan umat hindu yang datang untuk ibadah tidak saling menggangu.

“Saya tahu sejak dulu pengunjung di Pura Besakih ini sangat banyak dan selalu ramai, apalagi kalau sedang ada upacara besar terutama di upacara Bhatara Turun Kabeh yang diselenggarakan setiap Sasih Kedasa,” pungkas Presiden Jokowi.

Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Iriana dalam acara itu di antaranya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet (Setkab) Pramono Anung, Gubernur Bali  Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, dan Bupati Karangasem I Gede Dana

Berdasarkan data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), penataan Pura Agung Besakih menelan anggaran sebesar Rp 600,1 miliar bersumber dari APBN Rp 378,4 miliar ditambah APBD Bali Rp 221,7 miliar. Penataan meliputi pembangunan gedung parkir, pembangunan 267 kios besar dan 198 kios kecil, pembangunan pedestrian, hingga berbagai fasilitas umum seperti toilet, Bale Pesandekan, Bale Gong, dan area bermain anak. (adi/sut)