Podiumnews.com / Aktual / Kesehatan

Stunting di Bali Turun 2,9 Persen

Oleh Editor • 16 Maret 2023 • 18:23:00 WITA

Stunting di Bali Turun 2,9 Persen
Sekda Dewa Indra (dok/podiumnews)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com -  Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra menyebutkan bahwa angka stunting di Bali selama dua tahun ini telah mengalami penurunan 2,9 persen.

Hal diungkapkan Sekda Dewa Indra saat pembukaan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Kemitraan dan Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Bali, Kamis (16/3) di Denpasar.

Angka penurunan ini, menurut Dewa Indra, mengacu data tahun 2022, Bali menyisakan prevalensi stunting sebesar 8 persen “Itu artinya dalam dua tahun Bali berhasil menurunkan angka stunting 2,9 persen. Karena pada tahun 2020, prevalensi stunting Bali tercatat 10,9 persen," urainya.

Kendati penurunannya cukup besar, ia mengingatkan bahwa sejumlah kabupaten masih menyisakan angka prevalensi stunting di atas 8 persen. Kabupaten tersebut adalah Jembrana, Tabanan, Buleleng, Bangli dan Karangasem.

"Diantara kabupaten itu, Jembrana yang paling tinggi," ucapnya.

 Oleh karena itu, ia mengusulkan agar pertemuan-pertemuan berikutnya yang membahas penurunan stunting dilaksanakan di kabupaten dengan prevalensi stunting masih di atas 8 persen

Karena itulah menurut dia, pentingnya pemetaan data yang akan menjadi pedoman dalam menentukan langkah selanjutnya dalam percepatan penurunan angka stunting.

Sedangkan untuk penuntasan stunting, ia menekankan penguatan kolaborasi dan sinergi sebagai kunci terpenting. "Saya yakin, apa yang dicapai selama ini adalah hasil kolaborasi dan sinergi," ujarnya.

Oleh sebab itu, ia berharap forum Rakortek difokuskan pada langkah penguatan kolaborasi dan sinergi seluruh komponen terkait.  "Semua akan sia-sia kalau tak membangun sinergi dan kolaborasi," pungkasnya.

Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi BKKBN Sukaryo Teguh Santoso mengapresiasi keberhasilan Bali dalam menurunkan angka stunting. Sehingga selama dua tahun terakhir, Bali menjadi daerah dengan prevalensi stunting terendah di Indonesia. Melalui sinergi seluruh komponen, ia berharap Bali bisa segera mewujudkan zero stunting dan dapat menjadi daerah percontohan dalam percepatan penurunan angka stunting.

Sementara itu, Kepala BKKBN Provinsi bali Ni Luh Gede Sukardiasih dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakortek bertujuan meningkatkan dan menyelaraskan kualitas pelaksanakan percepatan penurunan stunting di kabupaten/kota.

Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan mengoptimalkan peran mitra kerja, meningkatkan pemahaman percepatan penurunan stunting, menyamakan persepsi dan evaluasi program.

Kegiatan melibatkan 99 peserta yang terdiri dari Satgas Stunting, OPD terkait dari Pemprov dan Kabupaten/Kota, TP PKK, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan lembaga pendidikan.  (adhi/sut)