Podiumnews.com / Aktual / Pemerintahan

Turis Asing Diberi Sosialisasi “Do’s and Don’ts” di Bali

Oleh Editor • 21 Maret 2023 • 21:23:00 WITA

Turis Asing Diberi Sosialisasi “Do’s and Don’ts” di Bali
Seorang warga Bali sedang melakukan persembahyangan di tengah ramainya kunjungan turis asing di Pantai Kuta, Badung. (foto/menparekraf)

JAKARTA, PODIUMNEWS.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparerkaf) dan Pemprov Bali akan mensosialisasikan tentang “Do’s and Don’ts” bagi turis asing yang berkunjung ke Bali.

Hal itu disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno saat The Weekly Brief With Sandi Uno, Senin (20/3) di Jakarta. Acara ini juga dihadiri Wakil Gubernur Bali  Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati secara hybrid.

Sandiaga menjelaskan bahwa sosialisasi ini untuk mencegah turis asing tidak melanggar aturan dan adat budaya masyarakat lokal di Bali. Sehingga sektor pariwisata Bali yang sudah mulai bergeliat paskapandemi dapat terjaga keamanan dan kenyamanannya.

Namun bukan berarti, pihaknya dan Pemprov Bali tidak akan bertindak tegas terhadap turis asing yang melanggar aturan selama berada di Pulau Dewata. Jumlah mereka hanya sebagian kecil dari total jumlah wisatawan asing berkunjung ke Bali yang pada tahun lalu mencapai 5,5 juta, dan di tahun 2023 ini ditarget  7,5 juta turis asing.

“Kami terus sosialisasikan do’s and don’ts, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan wisman (wisatawan mancanegara atau turis asing) di Bali. Dan kami akan tindak tegas jika ada pelanggaran hukum. Tapi kami tetap dengan keramahtamahan mengundang wisatawan mancanegara datang ke Indonesia terutama Bali. Kami menargetkan peningkatan jumlah dan kualitas wisman, dengan tetap menghargai masyarakat lokal, tinggal lebih lama, mengeksplorasi destinasi, dan spending lebih banyak,” uja Sandiaga melalui siaran pers, Selasa (21/3).

Untuk itu, kata Sandiaga, komunikasi yang baik melalui kampanye ataupun pendekatan yang lebih engaging akan dapat meminimalisir pelanggaran oleh turis asing. Penyampaian do’s and don’ts juga perlu digiatkan. “Kami akan terus memonitor dan mengevaluasi situasi yang berkembang,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menjelaskan, kenyamanan menjadi hal yang penting di Bali.

Beberapa bulan terakhir ketenangan masyarakat Bali terusik oleh ulah segelintir turis asing dari suatu negara yang mengendarai sepeda motor namun tidak taat aturan, berkonflik dengan wisatawan, dan melanggar aturan saat berwisata.

“Mereka juga menyalahgunakan kunjungan mereka ke Bali. Pak Gubernur (Wayan Koster) melarang wisatawan (turis asing) menggunakan sepeda motor untuk menghindari masalah-masalah tersebut,” ujarnya.

“Untuk itu, kami membuat satgas yang berisikan berbagai perangkat keamanan mulai dari Polda hingga pecalang yang akan menertibkan wisatawan (turis asing) yang melanggar. Hal itu tujuannya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan sektor pariwisata di Bali,” terangnya. (riki/sut)