Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Di Pecatu, Lomba Ogoh-Ogoh Dinilai dari Jaga Kebersihan

Oleh Editor • 23 Maret 2023 • 17:23:00 WITA

Di Pecatu, Lomba Ogoh-Ogoh Dinilai dari Jaga Kebersihan
Sejumlah ogoh-ogoh Desa Adat Pecatu sebelum diarak terlebih dalu diletakan di Lapangan Kuruk Setra Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, Selasa (21/3). (foto/adi)

BADUNG, PODIUMNEWS.com – Tak berbeda dengan desa adat lain, Desa Adat Pecatu, Badung juga menggelar lomba ogoh-ogoh yang dilaksanakan sehari sebelum Hari Raya Nyepi atau Pengerupukan, pada Selasa (21/3) petang.

Bedanya, kreteria penilaian pada lomba kali ini tak cuma menonjolkan unsur kreasi seni saja, tetapi juga menyangkut masalah kebersihan sampah dari masing-masing peserta.

Bendesa Adat Pecatu Made Sumerta mengatakan bahwa untuk lomba ogoh-ogoh tahun ini, penilaian tidak hanya fokus pada segi kreativitas seni semata. Namun saat parade berlangsung, peserta juga dinilai bagaimana mereka menjaga kebersihan lingkungan.

Menurut Sumerta, kreteria penilaian kebersihan sampah ini karena mengingat Desa Pecatu merupakan daerah tujuan wisata di Kabupaten Badung.

“Masing-masing peserta lomba harus menyiapkan lima orang untuk bertanggung jawab terhadap kebersihan, apabila ada sampah yang ditimbulkan oleh setiap peserta ogoh-ogoh tersebut. Ini masuk dalam kriteria penilaian,” jelasnya, Selasa (21/3) di Badung.

Pihaknya berharap dengan adanya kreteria kebersihan sampah, maka generasi muda atau sekehe teruna-teruni (STT) setempat akan menumbuhkan kesadaran betapa pentingnya kebersihan lingkungan sekitar.

“Kami berharap generiasi muda di sini akan selalu menjaga pelemahan (alam lingkungan sekitar, red) Desa Adat Pecatu senantiasa bersih dan asri,” ucapnya.

Tentunya tak kalah penting, tambah Sumerta, generasi muda setempat semakin mencintai seni budaya mereka sendiri. “Mereka akan bersemangat turut mengajegkan seni budaya warisan leluhurnya,” ujarnya.

Selanutnya untuk jumlah perserta lomba, ia menyebutkan lomba kali ini diikuti 16 ogoh-ogoh dari tiap STT banjar yang ada di Desa Adat Pecatu. “Dimana tiga diantaranya sebagai peserta eksebisi atau hiburan,” terangnya.

Sedangkan kreasi ogoh-ogoh yang ditampilkan berbentuk berbagai macam perwujudan manusia dan binatang yang menyimbolkan Sang Bhuta Kala.

Lomba ogoh-ogoh Desa Adat Pecatu dibuka Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa. Pada saat itu, Adi Arnawa mengajak STT di Desa Pecatu menjaga tradisi seni budaya mereka miliki. Salah satunya melalui lomba ogoh-ogoh.

“Semoga dengan Jayanti ini para yowana semakin mengerti akan makna ogoh-ogoh bukan hanya dari sisi ritual, namun yang paling utama adalah secara spiritual,” ujarnya.

Pada saat lomba tak hanya dibanjiri pengunjung dari masyarakat sekitar, tetapi juga sejumlah turis asing terlihat turut antusias menyaksikan parade ogoh-ogoh tersebut, sejak sore hari hingga selesai. (adi/sut)