Podiumnews.com / Aktual / Kesehatan

Manfaat Tanaman Taru Pramana di Halaman Rumah

Oleh Editor • 24 Maret 2023 • 19:21:00 WITA

Manfaat Tanaman Taru Pramana di Halaman Rumah
Ilustrasi obat herbal menurut Lontar Usadha Taru Pramana (pixabay)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster mengatakan pihaknya tengah menggencarkan penggunaan bahan-bahan obat tradisional (Taru Pramana).

Taru Premana ini, lanjut dia, dapat ditanam di halaman rumah sebagai bahan obat tradisional.

"Namun untuk pengolahan obat-obatan tradisional itu, tentu kita memerlukan para ahli agar fungsinya tidak salah,” kata Putri Koster, Jumat (24/3) di Denpasar.

Oleh karena itu, pihaknya melalui program HATINYA (Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman) PKK sentiasa menyelipkan sosialisasi dan informasi mengenai manfaat menanam Taru Pramana di halaman rumah.

Sehingga, kata dia,  ketika terdesak membutuhkan tanaman pengobatan untuk digunakan sebagai pertolongan sementara tidak akan susah dicari.  

“Misalnya daun kayu manis yang dapat digunakan untuk loloh, daun dapdap yang bisa digunakan untuk meredakan sakit perut pada bayi. Kemudian jahe sebagai penghangat badan dan sejumlah tanaman obat lainnya,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Taru Pramana adalah sebuah naskah Bali klasik (lontar) menceritakan tentang berbagai jenis tumbuhan yang dapat dijadikan obat-obatan herbal digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Bagian tumbuhan digunakan bahan obat-obatan itu seperti akar, batang (babakan), daun, bunga, buah, dan getahnya.

Dalam pemanfatannya sebagai obat, tumbuh-tumbuhn dalam lontar Taru Pramana dapat diolah dalam berbagai bentuk, di antaranya:

  1. Loloh (Jamu) berupa cairan pekat didapatkan dengan cara meremas atau menggiling ditambahkan dengan bahan lain telah ditentukan yang dalam penggunaanya diminum.
  2. Sembar/simbuh yaitu ramuan yang didapat dengan mengunyah bahan obat-obatan sampai lumat setelah itu disemburkan secara langsung pada bagian yang sakit.
  3. Boreh (Lulur) yaitu obat yang didapatkan dengan cara menghaluskan campuran bahan obat-obatan yang biasanya ada campuran cairan seperti cuka, air atau arak. Setelah bahan menjadi halus maka langsung dibalurkan pada bagian yang sakit.
  4. Tutuh yaitu ramuan yang didapatkan dengan cara memeras atau menggiling bahan obat-obatan kemudian disaring. Untuk proses pengobatannya dapat dilakukan dengan meneteskan atau menghirup.
  5. Tempel yaitu proses pengobatan yang dilakukan dengan menempelkan ramuan obat yang telah dihaluskan pada bagian yang diobati.
  6. Ses yaitu proses pengobatan yang dilakukan dengan mengompreskan ramuan obat yang telah diolah.

Contoh:

Tityang taru sotong, daging anget, rasa sepet, dados anggen tamba pangemped mising, sa, muncuk tityange ulig, anggen papuser ring pungsed, ra, katumbar bolong, 3, lunak.

Artinya:

Hamba Pohon jambu biji (Latin: Psidium guajava) daging (buah) hangat, rasanya sepat dapat dipergunakan mengobati orang mencret, ambil pucuk daun jambu biji kemudian tambahkan tiga biji ketumbar dan asam setelah itu dihaluskan kemudian tempelkan pada pusar. (adi/sut)