Pejabat Korupsi Dipicu Sifat Serakah
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Salah satu pemicu terjadinya korupsi karena banyak pejabat negara lebih mengikuti keinginannya, daripada kebutuhan dasarnya atau sifat serakah.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata pada kegiatan Peluncuran Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Korupsi di Kota Probolinggo, Kamis (6/4/2023) di Probolinggo.
Ia menyontohkan bagaimana perilaku pejabat serakah itu, akhirnya memunculkan fenomena maraknya sorotan masyarakat melalui sosial media terhadap istri pejabat doyan pamer tas mahal dan barang mewah lainnya.
Alex mengatakan, sebenarnya pencegahan korupsi paling efektif itu dimulai dari diri sendiri. Seperti yang pernah disampaikan Pak Artidjo Alkostar “Tuhan sudah menganugerahi sifat jujur dalam diri manusia. Sifat jujur itu sudah ter-install dalam diri kita,” ujar Alex Marwata dikutip dari siaran pers KPK, pada Kamis (7/4/2023).
“Korupsi itu sendiri tumbuh subur pada saat otonomi daerah diluncurkan. Bahkan di Jawa Timur, lebih dari sepuluh kepala daerah ditindak oleh KPK dan termasuk yang paling banyak,” kata Alex.
Menurut Alex bisa membuat sebuah sistem laporan harta kekayaan para pejabat daerahnya sendiri, hal itu sebagai acuan dan kontrol pencegahan korupsi internal. Akan tetapi tetap harus lapor ke LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara).
Di sisi lain, Alex mengapresiasi pembentukan Satgas Pencegahan Korupsi Pemkot Probolinggo. Namun tak kalah penting, peran aktif masyarakat juga menentukan keberhasilan upaya pemberantasan korupsi itu sendiri.
"Kami berharap dukungan masyarakat terhadap Pemkot Probolinggo dalam pencegahan korupsi, seperti tidak memberikan upeti dan memberikan suap. Ikuti ketentuan dan peraturan yang ada saja," pungkas Alex. (rik/sut)