Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Tradisi Seni Budaya Buat Ekonomi Bali Hidup

Oleh Editor • 08 April 2023 • 10:33:00 WITA

Tradisi Seni Budaya Buat Ekonomi Bali Hidup
Gubernur Koster menyerahkan piagam penghargaan kepada salah satu pemenang Lomba Ogoh-Ogoh 2023 se-Bali, pada Kamis (6/4/2023) di Denpasar. (foto/adhi)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Meski tak dikaruniai kekayaan alam berupa bahan tambang, namun berkat keunikan tradisi seni budayanyalah maka pariwisata Bali tumbuh berkembang sehingga dapat menghidupi 4,3 juta jiwa lebih warganya.   

Demikian disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat penyerahan hadiah Lomba Ogoh-Ogoh 2023 se-Bali, pada, Kamis (6/4/2023) di Denpasar

Oleh karena itu, ia selaku gubernur akhirnya menitik beratkan program prioritas pembangunan pada tradisi adat, seni budaya dan kearifan lokal.

“Bali tidak memiliki sumber daya alam, seperti tambang emas, batubara, minyak dan gas yang menjadi sumber pendapatan untuk membangun perekonomian daerahnya. Namun diberikan anugerah luar biasa berupa kekayaan akan keunikan tradisi adat, seni budaya dan kearifan lokal,” kata Gubernur Koster.

Anugrah luar biasa itulah kemudian, kata Koster, yang menjadikan Bali  sebagai destinasi wisata terkenal di seluruh dunia.

“Pariwisata Bali itu lahir bukan karena desain pariwisata, rancang bangun dari pariwisata, tetapi muncul karena ketertarikan masyarakat dunia terhadap keunikan budaya Bali, yang dari dulu budaya dijadikan hulu oleh masyarakat Bali,” imbuhnya.

Untuk  itu, Gubernur Koster mengajak generasi muda menjaga seni budaya Bali dengan sebaik-baiknya supaya lestari sepanjang generasi.

“Kita bersyukur, leluhur kita mewarisi budaya Bali yang adi luhung, sehingga sampai saat ini diwarisi desa adat sebagai lembaga yang selalu melestarikan kebudayaan Bali,” ujarnya.

“Itulah sebabnya, saya sebagai gubernur Bali menjadikan kebudayaan sebagai hulunya pembangunan Bali, menjadikan budaya sebagai sumber nilai kehidupan, kesantunan, kesopanan, etika, dan sumber nilai yang membuat kehidupan masyarakat Bali itu memiliki integritas serta profesionalisme,” imbuhnya menjelaskan.

Kemudian, lanjut dia,  budaya sebagai basis pengembangan perekonomian Bali. Karena itulah, hulu dari tiga unsur kebudayaan. Yakni nilai kehidupan, produk seni, dan ekonomi.

“Kalau budaya Bali rusak tidak terawat, maka Bali ini tidak lagi memiliki keunikan dan keunggulan apa-apa atau kita akan kehilangan kekayaan identitas,” terangnya.

Oleh sebab itulah, ia sengaja melombakan ogoh-ogoh yang dikreasi oleh generasi muda Bali. Karena ogoh-ogoh adalah bagian dari upaya pelestarian tradisi seni budaya Bali yang digelar setiap tahun untuk menyambut Hari Raya Nyepi.

“Dengan adanya ketekunan dari kalangan pemuda membuat ogoh – Ogoh, itu buat saya adalah peralihan generasi untuk menjaga budaya Bali yang berlangsung secara alamiah. Pemuda Bali muncul secara alamiah dan otodidak dalam berkreasi membuat kesenian ogoh-ogoh. Itulah yang membanggakan saya,” ucapnya.

Pada penyerahan hadiah Lomba Ogoh – Ogoh se-Bali  itu masing-masing juara mendapatkan piagam penghargaan dan hadiah uang. Yakni untuk juara pertama berhak mendapatkan piagam dan hadiah uang sebesar Rp 50 juta, juara kedua meraih piagam dan uang sebesar Rp 35 juta, dan juara ketiga meraih piagam dan uang sebesar Rp 25 juta. (adhi/sut)