Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Endek Bali Terancam Punah

Oleh Editor • 09 April 2023 • 20:44:00 WITA

Endek Bali Terancam Punah
Penutupan Pameran IKM Bali Bangkit Tahap 2 Tahun 2023 diisi dengan penampilan peragaan busana berbahan kain tenun endek dari ASN Pemprov Bali, Minggu (9/4/2023) di Denpasar. (foto/adhi)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Jika tidak ada upaya keseriusan menata penyelamatan dan pelestarian kain tenun endek Bali, maka bukan tidak mungkin dapat mengalami kepunahan di masa depan.

Kekhawatiran itu disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Putri Suastini Koster terhadap keberlangsungan kerajinan sandang tradisional khas Bali tersebut.

Oleh sebab itu, Dekranasda Bali didukung Gubernur Bali Wayan Koster terus melakukan berbagai upaya untuk melestarikan kain tenun endek Bali.

“Pemerintah dalam hal ini bertanggungjawab dalam menyediakan sistem dan pola yang baik, sehingga ke depannya apa yang mesti dilestarikan akan tetap lestari dan apa yang mesti dikembangkan agar berkembang sesuai dengan tuntutan zaman,” kata Putri Koster pada acara penutupan Pameran IKM Bali Bangkit, Minggu (9/4) di Denpasar.

Ia kemudian menceritakan bagaimana dengan tanpa disadari berbagai pihak, sejak era 80-an rutinitas menjadi pengrajin tenun endek seutuhnya sudah mulai ditinggalkan. Bahkan saat ini untuk membuat desain motif hingga menenunnya telah banyak dilakukan di luar Bali.

“Jika pola seperti ini masih terus dilakukan, maka 50 tahun mendatang, Bali tidak akan lagi memiliki endek Bali,” ungkapnya.

Kondisi serupa pun juga terjadi pada songket. Karena sekarang ini, sebagian pelaku UMKM memilih pragmatis demi mengejar keuntungan dengan mengabaikan kewajiban pelestarian.

“Songket Bali yang sudah memiliki hak kekayaan intelektual komunal, tanpa mengindahkan regulasi, motifnya diambil dan pengerjaannya pun dipindahkan ke teknik border. Sehingga sekarang banyak kain mirip songket yang diproduksi dengan teknologi mesin, dan hal ini berdampak pada jatuhnya pasaran songket asli Bali,” terangnya.

Maka itu menurut Putri Koster penyelamatan  dan pelestarian terhadap tenun endek dan songket Bali saat ini harus disikapi bersama oleh semua pihak. Tentunya juga dengn tanpa mengabaikan perkembangan kemajuan teknologi. Maka keterampilan seniman dan desainer juga harus dikembangkan.

“Ketika ada bordir mesin maka ciptakan juga motif desain yang bercirikan kain bordir mesin, dan bukan menggunakan motif desain songket pada kain bordir. Jangan sampai adanya penemuan baru malah membunuh apa yang mesti kita lestarikan,” tegasnya.

Dukungan masyarakat untuk penyelamatan dan pelestarian endek dan songket Bali pun juga sangat dibutuhkan. Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk kembali menggunakan kain tenun maupun songket asli tenunan pengrajin. “

“Saya tidak akan pernah lelah mengajak kita semua melakukan tanggung jawab mulai sekarang dengan memakai tenun tenun asli karya karya para perajin Bali,” ucapnya.

Untuk itulah kata dia, Dekranasda Bali terus melakukan pameran IKM Bali Bangkit yang bertujuan mengedukasi pengrajin dan konsumen. Pengrajin diharapkan menjual produk kerajinan endek dan songket asli Bali yang berkualitas dengan harga pantas.

“Produk produk yang dipamerkan juga agar terus diganti dengan produk atau pun desain-desain terbaru hasil karya para pengrajin,” ujarnya. (adhi/sut)