Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Arya Wibawa Sidak Stasiun Elpiji di Denpasar

Oleh Editor • 06 Juni 2023 • 19:55:00 WITA

Arya Wibawa Sidak Stasiun Elpiji di Denpasar
Wawali Denpasar Arya Wibawa melakukan sidak terkait kelangkaan gas elpiji di SPPBE PT Sari Dharma Mandiri, Selasa (6/6/2023) di Denpasar. (foto/adhi)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Wakil Walikota  (Wawali) Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan  Bulk Elpiji (SPPBE) PT Sari Dharma Mandiri, Selasa (6/6/2023) di Denpasar.

Sidak ini menyusul untuk menyikapi kelangkaan gas elpiji 3 kg atau gas melon yang dikeluhkan masyarakat.

Wawali Denpasar Arya Wibawa mengatakan, dari pemantauan di SPPBE ini ditemukan fakta suplai gas dari Pertamina tidak berkurang dari sebelumnya. Bahkan dengan adanya kabar kelangkaan gas di kalangan masyarakat, pihak SPPBE meminta penambahan suplai gas dari Pertamina.

"Kami  ingin memastikan kondisi yang terjadi di stasiun pengisian gas elpiji ini tidak ada permasalahan, serta selanjutnya saya tugaskan Disperindag untuk melakukan  pengecekan ke agen-agen serta pedagang eceran. Dari kuota itu sebenarnya sudah melebihi 15 persen dari kuota normal, tetapi terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat ," ujarnya.

Pihaknya juga telah bersurat kepada Pertamina agar menambah kuota mengingat kondisi perekonomian di Kota Denpasar sedang bertumbuh apalagi disertai libur panjang beberapa waktu lalu.

"Per hari ini dilakukan penambahan sebanyak 50 persen, dan akan ditambah pada hari Kamis mendatang akan ditambah lagi kuota sebesar 50 persen dari kuota normal. Sehingga diharapkan kelangkaan gas elpiji bisa diatasi. Mudah mudahan dalam 3-4 hari ke depan kondisinya sudah  kembali normal," kata Arya Wibawa.

Kendati demikian, Arya Wibawa menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan  lebih lanjut, guna memastikan bahwa tidak adanya pelanggaran hukum di balik fenomena kelangkaan gas elpiji 3 kg ini.

Sementara Ketua Hiswana Migas DPC Bali Dewa Ananta didampingi SBM 1 Pertamina Bali Faris Aceriza mengatakan ini merupakan akumulasi pasca libur panjang dimana banyak terjadi aktifitas-aktifitas yang disebabkan pertumbuhan ekonomi.

"Dari Pertamina selama ini statusnya normal, kita tidak mengurangi pasokan sama sekali malah menambah dari biasanya. Kita fokus pada penanganan secepat mungkin. Di Bali itu biasanya lebih dari 100 ribu tabung, sedangkan di Denpasar kebutuhan mencapai 56 ribu  tabung per hari. Dan di hari ini kita menambah 28 ribu tabung lebih banyak 50 persen dari biasanya," jelasnya.

Lebih lanjut pihaknya mengatakan selain volumenya ditambah juga kecepatan distribusi ditingkatkan agar masyarakat cepat dapat menerimanya. "Jadi masyarakat tidak perlu panik lagi, kami bersama Pemerintah Kota terus berupaya untuk memberikan pelayanan maksimal," ujarnya. (adhi/sut)