Podiumnews.com / Aktual / Pemerintahan

Perbekel Umeanyar Raih Runner Up Paralegal Justice Award

Oleh Editor • 11 Juni 2023 • 18:15:00 WITA

Perbekel Umeanyar Raih Runner Up Paralegal Justice Award
Menkumham Yasonna Laoly menyerahkan piagam penghargaan juar kedua Paralegal Justice Award Tahun 2023 kepada Perbekel Desa Umeanyar Edy Mulyana, pada Kamis (1/6/2023) di Jakarta. (dok/edy mulyana)

SINGARAJA, PODIUMNEWS.com – Perbekel Desa Umeanyar, Kecamatan Seririt, Buleng, I Putu Edy Mulyana meraih penghargaan juara 2 tingkat nasional pada ajang Paralegal Justice Award yang digelar Kementerian Hukum dan HAM (Kemenhumkam).

Sebelum meraih peringkat kedua atau runner up, ia terlebih dahulu berhasil meraih Top 10 Peserta Terbaik dari 207 kepala desa/perbekel dan 93 lurah dari seluruh Indonesia yang lulus seleksi audisi tingkat nasional, pada Kamis (1/6/2023) di Jakarta.

Edy Mulyana mengungkapkan bahwa keberhasilan prestasi diraihnya berkat kiat membentuk kelompok masyarakat sadar hukum dari unsur desa adat, desa dinas, dan tokoh masyarakat. Edy bersama kelompok menangani permasalahan masyarakat yang berpotensi untuk dibawa ke ranah hukum. Sebelum itu terjadi, ia memprioritaskan penyelesaian masalah dengan restorative justice melalui mediasi.

Kasus yang kerap ditangani olehnya meliputi perkelahian antar warga, dan percekcokan rumah tangga. Khususnya percekcokan rumah tangga, Edy mengakui pendampingannya kepada masyarakat terbukti baik, karena angka perceraian di desanya pada saat ini terbilang rendah.

"Masyarakat itu kan ibaratnya seperti anak sendiri, kita sebagai orang tua harus bisa memahami itu, sehingga setiap ada kasus kita usahakan untuk berdamai," tutur Edy, Sabtu (10/6/2023) di Singaraja.

Poin penting diterapka Edy adalah sinergi yang baik dengan desa adat. Karena masyarakat Bali masih memegang teguh hukum adat. Oleh sebab itu, hukum adat didiskusikan bersama agar dapat mencegah kasus hukum terjadi di masyarakat.

Secara individual, kunci untuk mengatasi permasalahan di masyarakat adalah dengan meredam ego masing-masing, segala permasalahan didiskusikan secara bersama-sama untuk kepentingan bersama. Selain itu, dirinya mewanti-wanti jajarannya untuk menjaga perilaku di mata masyarakat, sehingga dapat menjadi pedoman baik.

"Karena kita tentunya cerminan dari masyarakat itu sendiri, kita sangat-sangat berupaya untuk itu," ucapnya.

Badan Perwakilan Desa (BPD) pun menurut Edy juga turut berpartisipasi sebagai paralegal di desa. Sebab, para anggota BPD merupakan tokoh-tokoh yang berpengaruh di masyarakat desa, sehingga dapat membantu dalam penyelesaian masalah di masyarakat.

"Nantinya dengan adanya tokoh-tokoh ini ikut di dalamnya, masyarakat setiap ada permasalahan akan selalu dibawa ke desa," tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H. Laoly dalam sambutannya di Paralegal Justice Award Tahun 2023, Kamis (1/6/2023) di Jakarta, menyampaikan apresiasinya terhadap kepala desa dan lurah di seluruh Indonesia yang telah menerapkan penyelesaian perkara masyarakat pada setiap wilayahnya, baik secara non-litigasi maupun inklusif.

Paralegal Justice Award ini menurutnya adalah wujud apresiasi kepada desa dan kelurahan yang telah berhasil menjadi juru damai di wilayahnya masing-masing. Diharapkan olehnya, para kepala desa dan lurah terus aktif dalam menjalankan peran tersebut.

"Para kades dan lurah yang menjadi paralegal nantinya menjadi garda terdepan penyelesaian perkara di luar pengadilan," ujarnya.

Sebagaiman diketahui Anugerah Paralegal Justice Award 2023 diprakarsai Badan Pembinaan Hukum Nasional Kemenkumham. Seleksi terakhirnya memperebutkan Paralegal Justice Award 2023, 29 - 31 Mei di Jakarta. Pengumuman juara sekaligus penyerahan Trofi Paralegal Award 2023, pada Kamis, 1 Juni malam, saat puncak hari lahirnya Pancasila.

Kepala desa yang berhak menyabet gelar Paralegal Justice Award 2023 ada 150 perbekel dan lurah se- Indonesia, dari 294  masuk final. Khusus dari Bali, yang meraih gelar paralegal Justice Award 2023, sebanyak 30 perbekel.

Untuk Bali, tercatat Perbekel Umeanyar, Kecamatan Seririt, Buleleng Putu Edy Mulyana meraih skor tertinggi dari Bali, 99,63, menyusul Perbekel Legian, Kecamatan Kuta, Badung Putu Eka Martini skor 99,00, Perbekel Kekeran, Kecamatan Busungbiu, Buleleng I Komang Eva Wahyu Diatmika skor 99,00, dan Perbekel Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng I Made Separsa skor 99,00.

Di samping itu, 7 perbekel dari Bali meraih penghargaan, Anugerah Non Litigation Peacemaker atau sebagai juru damai, dan 4 perbekel meraih Anugerah Sasana Desa Jagaddhita 2023. (sut)