Podiumnews.com / Aktual / Pemerintahan

Tabanan Data Akomodasi Wisata Milik WNA

Oleh Editor • 16 Juni 2023 • 16:53:00 WITA

Tabanan Data Akomodasi Wisata Milik WNA
Sekda Susila memimpin rapat sosialisasi pendataan akomodasi pariwisata milik WNA yang ada di wilayah Tabanan, pada Jumat (16/6/2023) di Tabanan. (foto/adi)

TABANAN, PODIUMNEWS.com  - Mengantisipasi maraknya ulah turis nakal, Pemkab Tabanan melakukakan sosialisasi pendataan akomodasi pariwisata milik Warga Negara Asing (WNA) di wilayah mereka.

Sosialisasi digelar secara daring di ruang TCC Kominfo Tabanan, Jumat (16/6/2023) itu dipimpin Sekda I Gede Susila yang dihadiri kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, 133 ASN Guna Desa beserta pejabat administrasi tiap OPD.

Turut mendampingi Sekda Susila, Asisten Perekonomian dan Pembangunan dan Asisten Administrasi Umun Setda, Kepala Bakeuda, Kepala BKPSDM, perwakilan DPMPTSP serta Sekdis Pariwisata.

Sekda Susila mengungkapkan, sosialisasi ini digelar menindaklanjuti perintah Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya terkait dengan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 4 tahun 2023 tentang Tatanan Baru Bagi Wisatawan Selama Berada di Bali.

“Maka itu Pemkab Tabanan bergerak cepat. Kemudian Bapak Bupati memerintahkan Kepala BKPSDM melaksanakan rapat internal dengan para ASN Guna Desa untuk melakukan pemantauan dan pendataan di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Lalu usai sosialisasi tersebut, Sekda Susila meminta segera ditindalanjuti dengan pembentukan tim tiap kecamatan. Tim melibatkan ASN Guna Desa dan pejabat administrasi ini bertugas memantau akomodasi pariwisata milik warga negara asing (WNA) yang ada di wilayah Tabanan.

“Yang diharapkan nantinya adanya tertib administrasi yang berujung pada peningkatan PAD (pendapatan asli daerah),” terang Sekda Susila.

Untuk itu, Sekda Susila mengingatkan ASN Guna Desa untuk memantau pergerakan orang asing. Dari pemantauan itu kemudian dilakukan  pendataan khususnya terhadap WNA pemilik akomodasi pariwisata.

“Kita mengharapkan dari pendataan ini akan menjadi lebih tertib dan bisa meningkatkan PAD, dan menghasilkan data valid. Hal ini juga dilakukan untuk menuju Data Desa Presisi di Kabupaten Tabanan,” tutupnya. (adi/sut)