Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Dari 500 jadi 2 Juta Turis Asing Kunjungi Bali

Oleh Editor • 17 Juni 2023 • 15:58:00 WITA

Dari 500 jadi 2 Juta Turis Asing Kunjungi Bali
Gubernur Koster pada pembukaan Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2023, Sabtu (17/6/2023) di Nusa Dua, Badung. (foto/adhi)

NUSA DUA, PODIUMNEWS.com -  Gubernur Bali Wayan Koster menyebutkan bahwa pada tahun 2022 lalu jumlah kunjungan turis asing ke Pulau Dewata terjadi lonjakan angka yang sangat fantastis.  

“Pada bulan Januari 2022, wisatawan mancanegara (turis asing) yang ke Bali jumlahnya hanya 500 orang, Februari naik ke angka 700 orang, dan begitu saya memberlakukan kebijakan tanpa karantina tercatat pada bulan April sampai akhir tahun 2022 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali sudah mencapai lebih dari 2 juta orang,” kata Gubernur Koster pada pembukaan Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2023, Sabtu (17/6/2023) di Nusa Dua, Badung.

Menurut Koster cepatnya pemulihan jumlah kunjungan turis asing ke Bali adalah berkat kerja keras semua pihak paska terpuruk akibat pandemi Covid-19. Kerja ekstra keras semua pihak dalam dalam penanganan dan pemulihan pandemi dari Bali itulah yang mengembalikan kepercayaan dunia internasional terhadap Bali.

“Di mana masyarakat dunia kembali memberikan kepercayaan kepada Bali sebagai Pulau Dewata yang aman dan nyaman untuk dikunjungi. Itulah sebabnya mulai 7 Maret 2022, saya memberlakukan wisatawan mancanegara (turis asing) masuk Bali tanpa karantina, sehingga pariwisata Bali secara perlahan mulai pulih,” terangnya.

Bukti keseriusan kerja keras itu telah diakui berbagai pihak. Bahkan Bali dinobatkan sebagai provinsi terbaik di Indonesia dalam penangan pandemi Covid-19. Tercatat Bali menjadi provinsi tercepat di Indonesia dalam target pencapian vaksinasi mencapai 108 persen. Vaksinasi kedua 98 persen, dan vaksinasi ketiga booster lebih dari 80 persen.   

Astungkara berkat kerja ekstra keras kita semua, pandemi Covid -19 bisa dikelola dengan baik,” ucap Koster.

Alhasil, Bali yang bertumpu pada industri pariwisata dengan kontribusi terhadap perekonomian sebesar 54 persen itu berdampak langsung terhadap pemulihan ekonomi Bali. Ketika awal tahun 2020 saat Bali mengalami pandemi, perekonomian sangat terupuruk dengan pertumbuhan minus 9,31 persen.

“Paling rendah dalam sejarah di Bali dan paling rendah di Indonesia, karena baru pertama kali dunia mengalami pandemi Covid -19,” kata Koster.

Sejalan dengan membaiknya pandemi, di tahun 2021 ekonomi Bali mulai membaik menjadi minus 2,47 persen. Selanjutnya tahun 2022 perekonomian Bali berada di angka positif 4,84 persen (Year on Year) pada bulan Desember 2022. Kemudian tahun 2023 triwulan I, perekonomian Bali sudah mengalami lompatan dengan tumbuh 6,04 persen atau sudah tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. (adhi/sut)