Podiumnews.com / Aktual / Advertorial

Barong Ket Badung Undang Decak Kagum Penonton

Oleh Editor • 19 Juni 2023 • 19:24:00 WITA

Barong Ket Badung Undang Decak Kagum Penonton
Barong Barong Ket Duta Badung tampil maksimal dengan mempersembahkan garapan seni kreasinya di Panggung Terbuka Natya ISI Denpasar, Senin (19/6/2023) malam. (foto/adi)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Barong Ket Duta Badung tampil maksimal dengan mempersembahkan garapan seni kreasinya di Panggung Terbuka Natya ISI Denpasar, Senin (19/6/2023) malam.

Ribuan penonton pun berdecak kagum menyaksikan Tari Barong Ket Sanggar Seni Waduk Banjar Uma Kepuh, Buduk, Mengwi dalam Wimbakara (Lomba), serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLV/2023.

Tari Barong merupakan warisan seni leluhur yang berasal dari kebudayaan pra Hindu yang penggambarannya menceritakan tentang mitologi binatang beruang yang memiliki kekuatan gaib dan dianggap dapat melindungi manusia.

Hingga saat ini, kesenian barong masih tetap dilestarikan, utamanya terbukti di Kabupaten Badung terdapat banyak komunitas, sekaa atau pemaksan yang menekuni kesenian barong. Seperti di daerah Desa Buduk yang menyakralkan barong sebagai sesuhunan.

Dalam PKB dengan mengusung tema Segara Kerthi, Kabupaten Badung membawakan Tari Barong dengan struktur papeson menggunakan gending petopengan yang menggambarkan keagungan barong.

Kemudian dilanjutkan dengan condong yang menunjukan karakter lembut pada barong, goak macok, yang menggambarkan karakter keras atau galak pada barong, pelayon yang merepresentasikan karakter manis dari barong, batel improvisasi, bojog, penambak, dan omang.

Kemarahan Petani

Diceritakan barong dan kera adalah dua sahabat tatkala itu berada di dalam sebuah hutan lebat. Kemudian muncul empat orang penambak/petani yang sedang membersihkan ladang kebun mereka, saat sedang berkebun para petani kaget melihat ada bagian dari kebun mereka yang rusak.

Kemarahan para petani ini tidak terbendung dan mereka pun mencari tahu siapa pelakunya. Ditemukanlah seekor kera di ladang perkebunan mereka, para petani sangat yakin bahwa keralah yang merusak kebun mereka.

Para petani kompak ingin menangkap kera tersebut, keributan pun terjadi dan kera berhasil melukai hidung salah satu dari petani, melihat temannya hendak ditangkap petani, barong kemudian muncul dengan kemarahanya mengusir para petani dan akhirnya para petani lari tunggang langgang ketakutan.

Penata Tabuh dalam persembahan ini, I Ketut Gede Rudita SSn, MSi, dan I Putu Oka Rudiana SSn. Penata Tari I Nyoman Muliana dengan I Putu Eka Darmayasa SE, Penyaji Sanggar Seni Waduk, dan Kostum: Sampik Costume & Adianom Costume.

Sementara itu, Koordinator I Gede Mega Palguna menuturkan, persiapan dilakukan sejak empat bulan lalu, yakni Februari 2023. Namun karena adanya Nyepi, latihan pun sempat tersendat. Kendati demikian, hal itu bisa diatasi. "Kami persiapan maksimal dengan rekan rekam di sanggar, dan juga seniman yang ada di Buduk," tuturnya.

Dikatakan, dalam persembahan ini semuanya baru. Namun tetap bepegang teguh dengan pakem barong itu sendiri. "Seniman yang terlibat mulai dari usia 17-30 tahun. Regenerasi baru. Pembina kami I Gede Rudita (Sokir Celekontong Emas, red), kemudian Putu Oka, dan pembina tari barong Pak Nyoman Muliana," pungkasnya. (adi/sut)