Zona Merah Rabies di Gianyar Makin Meluas
GIANYAR, PODIUMNEWS.com – Penyebaran Kasus gigitan anjing rabies di Kabupaten Gianyar makin meluas ditandai dengan penambahan 9 desa masuk daerah zona merah.
Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Gianyar Made Santiarka menyebutkan, saat ini terdapat 27 desa telah masuk zona merah rabies. Dari sebelumnya yang berjumlah 16 desa pada tahun 2022.
"Kini ada penambahan lagi Sembilan desa. Tentu kemungkinan bisa bertambah, kalau kesadaran warga tentang peliharaan tidak meningkat," kata Santiarka, Kamis (22/6/2023) di Gianyar.
Adapun 27 itu adalah Desa Petak Kaja, Bitera, Saba, Belega, Buruan, Pering, Bedulu dan Blahbatuh. Kemudian Desa Kemenuh, Sukawati, Singapadu Tengah, Guwang dan Lodtunduh,
Terakhir, Desa Mas Ubud, Petulu, Sayan, Singakerta dan Kedewatan, Puhu, Kelusa, Bukian, Melinggih, Buahan Kaja, Taro, Keliki, Tampaksiring dan Pejeng Kelod.
Menurut Santiarka, dari data tersebut, wilayah Gianyar Utara sebagiannya sudah termasuk zona merah. "Sedangkan tetangga desa zona merah, ditetapkan sebagai desa zona kuning. Karena kemungkinan saja anjing dari zona merah berinteraksi dengan desa tetangga. Hal ini yang harus diantisipasi," jelasnya.
Distannak sendiri mendata jumlah anjing di Gianyar kini sudah mencapai 88.824 ekor. Yang mana peningkatan populasi ini terjadi saat musim kawin anjing pada bulan Maret lalu. Dari keseluruhan anjing tersebut, yang sudah divaksin sampai pertengahan Juni ini sebanyak 27.791 ekor.
"Kurang lebih bari sepertiga sudah divaksin. Vaksinasi juga kita kebut, selain menuntaskan vaksin PMK pada sapi," ujarnya.
Sedangkan langkah yang paling efektif adalah eliminasi selektif. Maksudnya mengeliminasi anjing tanpa tuan, buangan anjing pada tempat sampah liar dan eliminasi pada anjing di zona merah pada radius 300 meter zona gigitan rabies.
"Yang paling efektif itu eliminasi selektif. Bagi pemilik diharapkan mengkandangkan anjing agar tidak keluar rumah. Tentunya juga memberikan vaksin dan pakan," imbaunya.
Di sisi lain, Distannak sendiri sudah mempersiapkan aturan khusus mengenai hewan peliharaan anjing. "Aturan peliharaan anjing mulai disusun, siapa berbuat apa dan sanksinya. Mudah-mudahan dengan aturan tersebut, kasus menurun dan Gianyar bisa zero rabies," tutupnya. (rm/sut)