Jaga Citra Pariwisata Bali Lewat Narasi
MANGUPURA, PODIUMNEWS.com – Supaya citra dan repusatasi pariwisata Bali tetap terjaga, maka Humas mesti mampu menyampaikan narasi positif kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno pada pengukuhan Perhimpunan Humas (Perhumas) Denpasar Bali periode 2023-2026, Sabtu (24/6/2023) di Mangupura.
Sandiaga mengatakan, Kemenparekar mendukung keterbukaan informasi dan transparansi sehingga memerlukan peran pentahelix, salah satunya Perhumas sebagai asosiasi humas tertua di Indonesia.
“Semoga Perhumas periode ini dapat menjadi wadah atau jembatan yang amanah dalam menyampaikan informasi yang dibutuhkan masyarakat terutama pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif,” ucap Sandiaga.
Sementara Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf I Gusti Dewi Hendriyani selaku Dewan Pakar Perhumas Denpasar Bali mengatakan, pihaknya sedang mengkampanyekan tagline ‘Indonesia Bicara Baik’.
“Karena sektor pariwisata tidak pernah lepas dari berbagai isu atau tantangan, baik yang bersifat alam maupun non alam. Tentunya kita harus memitigasi, memberikan edukasi kepada masyarakat, apa narasi-narasi positif yang bisa kita sampaikan sehingga informasi ini bisa tersampaikan dengan baik kepada masyarakat," kata Dewi.
Oleh karena itu, Kemenparekraf akan menggandeng Perhumas untuk sertifikasi, pelatihan kompetensi dan kegiatan lainnya. Karena Kemenparekraf melalui Biro Komunikasi secara kontinu melakukan dialog kepada masyarakat di seluruh Indonesia.
"Dengan ini kami akan berupaya berkolaborasi ke depannya bersama Perhumas sebagai partner yang akan menyampaikan informasi baik kepada masyarakat," ujar Dewi.
Sedangkan Ketua Umum Perhumas Indonesia, Boy Kelana selain melantik, juga menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus cabang Perhumas Denpasar Bali yang diketuai Ni Made Eka Mahadewi.
“Mari kita bersama-sama kuatkan hati dan kepercayaan kita untuk melanjutkan, mengembangkan Perhumas tercinta agar terus tumbuh dengan nilai-nilai kepercayaan, kejujuran, respect, independensi, transparansi, kebenaran, keadilan, kompeten, dialogis, dan kearifan lokal,” ajak Boy. (adhi/sut)