Podiumnews.com / Aktual / Advertorial

Waskita Sandhi, Kisah Kehidupan Pesisir Kedonganan

Oleh Editor • 27 Juni 2023 • 20:09:00 WITA

Waskita Sandhi, Kisah Kehidupan Pesisir Kedonganan
Penampilan Sanggar Seni Cakra Bhuwana yang mempersembahkan tema cerita Waskita Sandhi di Pesta Kesenian Bali, Minggu (25/6/2023) di Denpasar. (diskominfo badung)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Kembali penampilan duta seni Kabupaten Badung berhasil memikat hati penonton pada Pesta Kesenian Bali XLV di Taman Budaya, Art Center Denpasar.

Kini giliran Sanggar Seni Cakra Bhuwana membuat penonton yang memadati Kalangan Ayodya saat pergelaran Barong Landung, pada Minggu (25/6/2023) berdecak kagum  

Sanggar seni dari Desa Kedonganan, Kecamatan Kuta ini mempersembahkan tema cerita Waskita Sandhi. Mengisahkan tentang kehidupan masyarakat di pesisir Kedonganan.

Pimpinan Sanggar Seni Cakra Bhuwana Made Sudarsana mengatakan, judul yang diangkat sebagai ide cerita adalah tentang realitaas kehidupan keseharian masyarakat Pantai Kedonganan.

Masyarakat setempat sebagian besar menjadi nelayan dan peternak sebagai sumber penghidupan mereka. Namun kemudian mampu berkembang menumbuhkan perekonomian masyarakat sekitar.

Pertumbuhan ekonomi itu turut membuat usaha peternakan babi bisa berkembang pesat. Alkisah, seorang perternak bernama Mekele Wayan kini telah menjadi saudagar berkat kesuksesannya beternak babi.

"Namun dalam perjalannya, kesedihan mengantarkan Mekele Wayan yang tertimpa musibah. Ternak babi peliharaannya tiba-tiba mati dan bahkan menghilang begitu saja," tuturnya.

Mekele Wayan pun kemudian menyampaikan masalahnya itu kepada Jro Dukuh. Akhirnya berkat Jro Dukuh, Mekele Wayan bersama masyarakat mendapatkan kebenaran yang menjadi sumber keresahan menimpa mereka.

 Jro dukuh menyampaikan bahwa ternak babi yang mati dan tiba-tiba menghilang disebabkan oleh Para Rencang Ratu Gede Bagus Pengenter, yakni Tabeng Wijang yang mengabdi di Puri Tegehe Gumi.

Mendengar hal itu, atas arahan Jro Dukuh, masyarakat bersama Mekele Wayan lalu membuat Upakara Laklak Tape yang akan dihaturkan ke hadapan Ratu Gede Bagus Pangenter.

"Dengan menghaturkan saji laklak tape, masyarakat yang awalnya kehilangan ternaknya pun kembali seperti sediakala," ujarnya.

Sehingga sebagai ucapan syukur dan keyakinan masyarakat Kedonganan atas kemurahan hati Ratu Gede Bagus Pengenter yang berstana di Puri Tegeh Gumi, senantiasa menghaturkan saji laklak tape dengan diiringi tarian Baris Laklak Tape.

Ia mengatakan, cerita ini merupakan fenomena cerita rakyat yang berkembang di Desa Kedonganan. Ia berharap, semoga apa yang menjadi pementasan dapat menginspirasi karya-karya dari seniman lain. Tentu melalui pagelaran Barong Landung ini, banyak hal yang bisa diambil dan digali dalam sebuah kearifan lokal.

Di akhir, Sudarsana mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung yang telah memberikan kepercayaan sanggar seninya tampil di PKB. Sehingga ia mendapatkan kesempatan memperkenalkan dan mengangkat kearifan lokal budaya keluhuran desanya.

“Sangat berterima kasih telah diberi kesempatan menampilkan sebuah pementasan di ajang yang sangat ditunggu-tunggu oleh para seniman se-Bali. Sehingga dalam momentum ini, kami dari para seniman dan tokoh di Desa Adat Kedonganan bisa berekspresi dan bereksplorasi dalam pagelaran Barong Landung," tutupnya. (adi/adv)