Podiumnews.com / Aktual / Advertorial

TP PKK Badung Pentas Kolosal Rejang Giri Putri

Oleh Editor • 03 Juli 2023 • 19:25:00 WITA

TP PKK Badung Pentas Kolosal Rejang Giri Putri
Ketua TP PKK Badung Seniasih Giri Prasta memimpin pementasan Tari Wali Rejang Giri Putri di Pura Lingga Bhuwana dan Pura Beji, Puspem Badung pada Purnama Kasa, Senin (3/7/2023). (foto/adi)

MANGUPURA, PODIUMNEWS.com – TP PKK Kabupaten Badung pentaskan Tari Wali Rejang Giri Putri secara kolosal saat upacara Nyatur Rebah di Pura Lingga Bhuwana dan Pura Beji, Puspem Badung, Mangupura pada Purnama Kasa, Senin (3/7/2023).

Pada upacara di-puput empat sulinggih ini dihadiri Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Sekda Badung Wayan Adi Arnawa, anggota DPRD Badung, jajaran pejabat dan ASN Pemkab Badung.

Pementasan tari sakral melibatkan 2500 penari itu, dipimpin Ketua TP PKK Badung Seniasih Giri Prasta bersama Ketua DWP Badung Rasniathi Adi Arnawa.

Seusai ngayah, Seniasih Giri Prasta mengatakan, Tari Wali Rejang Giri Putri merupakan tarian sakral milik masyarakat Kabupaten Badung yang terinspirasi dari cerita Itihasa. Mengisahkan Dewa Siwa dan Dewi Parwati/Giri Putri melakukan tapa brata semadi di Gunung Kailasa demi keselamatan, kesejahteraan, dan kemakmuran alam semesta beserta isinya.

“Tari Wali Rejang Giri Putri merupakan tari sakral milik masyarakat Kabupaten Badung. Dalam rangka mengenalkan tarian ini kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda di Kabupaten Badung, maka hari ini dalam upacara Nyatur Rebah di Pura Lingga Bhuwana, TP PKK Kabupaten Badung bekerja sama dengan TP PKK pemerintah desa/kelurahan se-Badung ngayah menari Rejang Giri Putri melibatkan 2500 penari,” ujarnya.

Seniasih Giri Prasta juga menjelaskan bahwa Tari Rejang Giri Putri hanya boleh dipentaskan pada saat pelaksanaan upacara Dewa Yadnya. Karena tari ini merupakan tarian sakral simbol sebuah persembahan yang tulus ikhlas kepada Sang Pencipta. Yang melambangkan kebesaran dan kemahakuasaan seorang dewi yang mengayomi dan melindungi seisi alam semesta (Stitiming Bhuwana Langgeng).

“Tari ini hanya boleh dipentaskan pada saat pelaksanaan upacara Dewa Yadnya di pura, baik itu di Pura Desa Adat, di Pura Dang Kahyangan, maupun di Pura Kahyangan Jagat yang ada di luar Bali. Dan tari ini tidak boleh dipentaskan dalam perlombaan karena bersifat sakral,” terangnya. (adi/adv)