1000 Pemuda Miskin Gratis Kerja di Kapal Pesiar, di Tahun 2018
DENPASAR, podiumnews.com - Di tahun 2018 Pemerintah Provinsi Bali menganggarkan 1000 orang, dari keluarga miskin untuk bisa berangkat gratis bekerja di Kapal Pesiar. Program ini dianggap sebagai salah satu upaya mengurangi angka kemiskinan di Bali.
Program tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat menggelar rapat di Gedung Sabha Mandara Inspektorat Bali, Kamis (31/8/) lalu. Rapat itu dihadiri seluruh Kepala Sekolah SMA/SMK dan jajaran UPT Dinas Pendidikan se-Bali.
Dalam kesempatannya Sudikerta juga mengharapkan agar sekolah mulai menyampaikan. Misalnya ada anak-anak SMA/SMK yang tamat tidak bisa meneruskan ke bangku kuliah, namun memiliki kemampuan kecerdasan dan kemauan kuat untuk merubah nasib keluarganya, maka harus diketahui bahwa tahun 2018 akan dianggarkan untuk menananggung seribu anak-anak miskin yang mau bekerja ke kapal pesiar.
“Di tahun 2018, kami akan anggarkan untuk seribu anak-anak dari keluarga miskin, yang tidak bisa kuliah untuk bisa bekerja ke keluar negeri atau kapal pesiar,” jelas pria yang jelang Pilkads akrab dengan sebutan SGB ini.
Lalu apa yang dimaksud gratis? Dijelaskannya adalah biaya pelatihan, biaya tiket, paspor, visa dan segala biaya yang dibutuhkan untuk bisa bekerja ke Kapal Pesiar atau keluar negeri. Nanti akan dianggarkan melalui APBD tahun 2018, dan diberikan untuk warga miskin.
Karena selama ini, biaya awal untuk ke kapal pesiar yang berat bagi warga miskin. “Tahun 2017 ini sudah dianggarkan untuk 100 orang, akan kami lipatkan menjadi seribu agar benar-benar mampu mempercepat pengentasan kemiskinan,” jelas Sudikerta.
Sudikerta menganggap pola ini akan lebih cepat mengentaskan kemiskinan. Bagi dia, ketika anaknya mampu bekerja ke luar negeri, bisa melepaskan kemiskinan bagi keluarganya. Karena mereka bisa membawa gaji lumayan besar dari luar negeri, nantinya bisa merubah nasib keluarganya secara langsung.
Selain itu secara kualitas SDM juga akan langsung naik. Untuk mampu bersaing kerja di Bali kelak, ada di luar Bali lebih mudah. Bahkan pengalaman luar negeri akan membuat putra-putra Bali tidak mampu, nantinya masuk jajaran pemimpin di hotel-hotel di Bali.
“Jadi ini ampuh, bagi kami di Pemprov Bali untuk melepaskan kemiskinan. disamping memang orang Bali lebih mudah jika mau bekerja keluar negeri,” tegasnya.
“Mohon itu disampaikan kepada semua siswa dan bantu sosialisasikan,” pintanya. (KP-TIM)
Sumber: https://www.jawapos.com/baliexpress/read/2017/09/01/11074/pemprov-gratiskan-seribu-pemuda-miskin-untuk-bekerja-di-kapal-pesiar