Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Hasrat Kaya Malah Terkecoh Investasi Bodong

Oleh Editor • 13 Juli 2023 • 16:54:00 WITA

Hasrat Kaya Malah Terkecoh Investasi Bodong
Ketua TP PKK Bali Putri Koster menghadiri acara sosialisasi Perempuan Bali Cerdas Berinvestasi di Pasar Modal yang digelar OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Kamis (13/7/2023) di Mangupura. (foto/adhi)

MANGUPURA, PODIUMNEWS.com – Hasrat ingin cepat kaya secara instan membuat banyak masyarakat malah terkecoh oleh iming-iming menggiurkan dari investasi bodong.

Demikian terangkung pada acara sosialisasi Perempuan Bali Cerdas Berinvestasi di Pasar Modal yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Kamis (13/7/2023) di Mangupura.

Pada sosialisasi ini hadir tiga narasumber yakni Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Kepala BEI Kantor Perwakilan Bali, dan SEVP Retail & Information Technology PT BRI Danareksa Sekuritas

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster mengapresiasi acara sosialisasi literasi finansial yang menyasar kaum perempuan Bali tersebut.

Karena menurut Putri Koster, kaum perempuan sebagai seorang ibu memiliki peran ganda dalam rumah tangga. Salah satunya menjadi pengurus ekonomi rumah tangga demi kesejahteraan keluarga.

Maka itu, lanjut dia, seorang ibu juga harus cerdas dalam memahami investasi pasar modal. Tujuannya, agar mereka tidak mudah terjerat investasi bodong maupun pinjol ilegal yang memberikan janji manis maupun iming-iming penawaran keuntungan cepat kaya.

“Masyarakat ingin kaya cepat, kaya instan jadi mudah terkecoh investasi bodong. Sementara para pelakunya jeli memanfaatkan celah hukum dengan berbagai cara. Mereka memberikan iming-iming suku bunga tinggi hingga 10 persen per bulan yang sebenarnya tidak masuk akal, akhirnya merugikan menyengsarakan masyarakat,” tuturnya.

Ia lalu berharap melalui sosialisasi literasi kecerdasan finansial semacam ini akan memberikan bekal ilmu bagi kaum perempuan tentang investgasi, sehingga bisa mencegah hal-hal yang dapat merugikan mereka.

Sementara itu, Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Kristianti Puji Rahayu mengatakan saat ini sedang tren di kalangan masyarakat berinvestasi di pasar modal. Untuk meminimalisir kerugian-kerugian yang dialami masyarakat, maka OJK menggelar sosialisasi tersebut.

“Dipilihnya perempuan, karena peran perempuan dalam keluarga sangat krusial terutama dalam menjaga keuangan keluarga. Untuk itu para perempuan harus mengetahui bagaimana berinvestasi pada pasar modal yang baik dan benar,” katanya.

Sedangkan Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal OJK Antonius Hari PM mengatakan bahwa level inklusi yang memahami pasar modal di Indonesia hanya mencapai 5 persen.  Oleh sebab itu, OJK ingin mendorong kaum perempuan khususnya ibu-ibu untuk memahami cara berinvestasi, sehingga tidak terjerat pada investasi bodong.

Kemudian Antonius Hari pun memberikan dua tips dalam memilih produk investasi yang aman yaitu “2L” Legal dan Logis. Legal yaitu perusahaan tersebut harus berizin, ada logo dan legal. Logis yaitu hindari yang menyajikan keuntungan pasti dan cepat kaya. (adhi/sut)