ASITA Dukung Pungutan Turis Asing ke Bali
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Ketua DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Provinsi Bali Putu Winarsta mendukung kebijakan pemerintah daerah tentang pungutan terhadap wisatawan asing pada tahun 2024.
“Kami tidak masalah dan sangat mendukung kebijakan pemerintah ini,” ujarnya, Kamis (21/9/2023) di Denpasar.
Hanya saja, ia meminta agar aturan pemerintah daerah yang akan menerapkan pungutan 150 ribu terhadap wisatawan asing yang berkunjung ke Bali itu terlebih dahulu dilakukan sosialisasi dan edukasi.
”Selain itu terkait peraturan tersebut harus memiliki kajian yang jelas agar tidak menimbulkan multitafsir,” imbuhnya.
Sebelumnya, Gubernur Bali yang kala itu masih dijabat Wayan Koster menerapkan pungutan terhadap wisatawan asing pada tahun 2024.
Menurut Koster pungutan masuk Bali bagi turis asing itu merupakan strategi pemerintah provinsi untuk membuat pariwisatanya agar lebih terawat dan berkelanjutan.
"Melindungi alam Bali agar bersih indah dan lestari secara menyeluruh dan berkelanjutan. Dan, yang berikutnya adalah membuat tata kelola pariwisata Bali yang berbasis budaya dan bermartabat. Kemudian menciptakan kebersihan, ketertiban, kenyamanan wisatawan asing selama berada di Bali," kata Koster dalam konferensi pers secara daring bersama Kemenparekraf, Senin (4/9/2023) lalu.
Koster juga menjelaskan tata cara pembayaran pungutan oleh wisatawan asing. Para turis dikenakan biaya sebesar Rp 150 ribu per orang yang akan dibayarkan satu kali selama berwisata di Bali dan sebelum mereka meninggalkan wilayah Indonesia.
Adapun pembayaran ini hanya bisa dilakukan secara nontunai. Yakni, bisa dibayarkan melalui metode pembayaran QRIS, virtual account, atau melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI).
"Pembayaran wajib dilakukan secara nontunai atau cashless melalui sarana pembayaran elektronik. Proses pembayaran dilakukan melalui bank persepsi yang ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi Bali yaitu Bank Rakyat Indonesia. Karena Bank Rakyat Indonesia ini menangani pembayaran area di Bandara I Gusti Ngurah Rai," terang Koster. (adi/sut)