Gas Melon Hanya Buat Warga Kurang Mampu
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Pj Gubernur Bali SM Mahendra Jaya menegaskan bahwa penyediaan gas elpiji 3 kg atau gas melon oleh pemerintah hanya diperuntukan buat golongan warga kurang mampu.
Hal ini disampaikannya Mahendra Jaya saat bertatap muka dengan Anggota DPR RI I Nyoman Parta dan PT Pertamina Area Bali, Kamis (21/9/2023) di Denpasar.
Untuk itu, ia mengingatkan bagi warga golongan ekonomi menengah ke atas untuk tidak menggunakan konsumsi gas melon. “Tidak semua golongan masyarakat berhak membeli elpiji 3 kg,” tegasnya.
Selain itu, terhadap pangkalan dan agen yang bermain nakal dan melakukan pengoplosan perlu diambil tindakan tegas dengan dikenakan sanksi pemberhentian kerjasama oleh PT Pertamina.
“Tidak hanya akan merugikan dari segi jumlah saja, melainkan juga akan membahayakan pembelinya terkait keamanan dan kenyamanan,” ujarnya.
Oleh sebab itu, lanjut Mahendra Jaya, langkah tegas harus segera diambil. “Agar tidak menjadi momok yang terus merugikan masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta meminta Pj Gubernur Bali melaporankan pada menteri terkait soal ketersediaan kuota gas elpiji 3 kg di Bali yang kian menipis. Bahkan pada Desember ini diperkirakan stok kuota gas elpiji 3 kg akan mengalamai kelangkaan akibat terpakai di bulan November.
“Sehingga hal ini akan memberikan dampak bagi masyarakat Bali terutama mereka pengguna elpiji 3 kg yang berasal dari golongan masyarakat menengah ke bawah (kurang mampu) dan tercatat sebagai penerima elpiji subsidi 3 kg,” ujarnya.
Sales Area Manager Retail Bali Pertamina, Gusti Anggara mengakui bahwa kuota dan realisasi elpiji 3 kg untuk Provinsi Bali pada tahun 2023 mengalami penurunan dari tahun 2022 lalu, yakni dari 219.046 metrik ton menjadi 203.565 metrik ton. (adhi/sut)