Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Mahendra Ajak BPD Bali Entaskan Kemiskinan Ekstrem

Oleh Editor • 25 September 2023 • 16:19:00 WITA

Mahendra Ajak BPD Bali Entaskan Kemiskinan Ekstrem
Pj Gubernur Mahendra saat menerima tatap muka Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma, Senin (25/9/2023) di Denpasar. (foto/adhi)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Penjabat (Pj) Gubernur SM Mahendra Jaya mengajak Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali  turut `ngrombo` (gotong-royong) target pengentaskan kemiskinan ekstrem di Pulau Dewata pada tahun 2024.

Hal itu disampaikannya Mahendra Jaya saat tatap muka dengan Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma, Senin (25/9/2023) di Denpasar.

Mahendra mengapersiasi BPD Bali yang telah turut memberi perhatian terhadap program penuntasan kemiskinan ekstrem pada tahun 2024.

“Tak hanya yang masuk kategori ekstrem, saya ingin kemiskinan secara keseluruhan bisa segera dituntaskan. Caranya ya dengan gerakan ngrombo,” ujarnya.

Melalui gerakan tersebut, ia optimis kemiskinan ekstrem sebesar 0,54 persen di Bali akan dapat secepatnya dituntaskan.

Sebelumnya, Sudharma mengakui bahwa sebagai lembaga keuangan yang sahamnya dimiliki pemerintah daerah, maka BPD Bali punya tanggung jawab turut berperan aktif dalam pembangunan.

Sejauh ini, menurutnya, BPD Bali telah mengalokasikan dana CSR untuk penguatan desa adat. Sejalan dengan itu, tanggung jawab membangun Bali juga diimplementasikan dalam program lain. Mulai dari bedah rumah, penguatan UMKM dan penyaluran KUR.

“Kami baru ngrombo pembangunan 284 bedah rumah di Buleleng. Satu bedah rumah menghabiskan dana Rp 20 juta, dan BPD Bali membantu 30 persen,” sebutnya.

Selain itu, BPD Bali juga turu dalam penguatan usaha kecil dan menengah, berkolaborasi dengan Dekranasda, BPD Bali dengan membina 48 UMKM.

Di sisi lain, Sudharma menyebutkan bahwa untuk permodalan pemegang saham terbesar dimiliki Pemkab Badung sebesar Rp 850 miliar lebih. Kemudian disusul Pemprov Bali tercatat dengan jumlah saham mencapai Rp 719 miliar lebih.

"Pemprov (Bali. Red) tetap masuk sebagai pengendali karena penyertaan modal sebesar minimal 25 persen telah terpenuhi,” ujarnya. (adhi/sut)