Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Proyek LRT di Bali Dibangun Tahun Depan

Oleh Editor • 27 September 2023 • 19:44:00 WITA

Proyek LRT di Bali Dibangun Tahun Depan
Ilustrasi – LRT Jabodebeg. (pt inka)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Rencana proyek pembangunan mode transportasi publik berbasis LRT guna mengatasi permasalahan kemacetan di Bali Selatan segera akan di mulai pada tahun depan.

LRT sendiri adalah Lintas Raya Terpadu atau kereta api ringan (Light Rail Transit, light rail) menjadi salah satu sistem kereta api penumpang yang beroperasi di kawasan perkotaan berkonstruksi ringan dan dapat berjalan bersama lalu-lintas lain atau dalam lintasan khusus biasa disebut juga trem.  

Rencana pembangunan akan diawali dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking yang ditarget sudah mulai pada awal tahun 2024.

Demikian terungkap saat Penjabat Gubernur (Penjagub) Bali SM Mahendra Jaya bertemu Vice President (VP) Garuda Indonesia Regional Jawa, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, I Made Sudarma Astika pada Rabu (27/9/2023) di Denpasar.

Hal itu menurut Mahendra Jaya seperti yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan usai mengikuti Rapat Terbatas (Rantas) mengenai integrasi moda transportasi publik di Istana Merdeka, pada Rabu (27/9/2023) siang tadi.

“Presiden sudah meminta agar dilakukan studi lanjutan pembangunan LRT di Bali dari Bandara  Ngurah Rai hingga Seminyak. Juga mempertimbangkan rute LRT di Bali tersebut akan dibangun hingga ke Canggu,"  ujarnya.

Sebelumnya, Mahendra Jaya saat menerima audiensi Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali di Kantor Gubernur Bali, Senin  (25/9/2023), mengatakan bahwa Bali mendesak butuh transportasi publik.

“Saya lihat sudah mendesak. Bali perlu transportasi publik,” ungkap Mahendra.

Ia menambahkan bahwa saat ini adalah saat yang paling tepat untuk mengembangkan transportasi publik di Bali. Menurutnya, transportasi publik merupakan suatu keharusan yang perlu dilakukan untuk mengembangkan Bali sebagai destinasi pariwisata dunia.

“Kalau kita kerjakan setelah macet akan susah. Sebelum parah kita eksekusi dulu,” tandasnya. (adhi/sut)