Podiumnews.com / Aktual / Pemerintahan

PDAM Badung Diminta Buat Grand Design

Oleh Editor • 12 Oktober 2023 • 18:55:00 WITA

PDAM Badung Diminta Buat Grand Design
Wakil Suiasa saat memimpin rapat koordinasi dengan PDAM Badung, Kamis (12/10/2023) di Puspem Badung. (foto/adi)

MANGUPURA, PODIUMNEWS.com – Guna menyelesaikan permasalahan air bersih di Kabupaten Badung, Perumda Air Minum Tirta Mangutama (PDAM Badung) diminta membuat grand design pengelolaan air bersih untuk 30 tahun ke depan.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati (Wakil) Badung Ketut Suiasa saat memimpin rapat koordinasi dengan direksi dan dewan pengawas Perumda Air Minum Tirta Mangutama membahas terkait rencana pembangunan reservoir dan penambahan pipa untuk pelayanan wilayah Kuta Selatan, Kamis (12/10/2023) di Puspem Badung.

"Saat ini kami akui masih adanya masalah pelayanan air bersih kepada masyarakat. Untuk itu kami memiliki pemikiran, pentingnya membuat grand design dalam kurun waktu 30 tahun ke depan, sehingga persoalan air bersih ini kita jaminkan dapat diselesaikan," kata Wabup Suiasa.

Wabup Suiasa mengatakan telah mengikuti perjalanan PDAM Badung sejak tahun 1996. Ia menyebut persoalan dihadapi PDAM Badung tak berubah dari dahulu, sehingga belum mampu memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat.

Untuk itu, Wabup Suiasa kembali meminta PDAM membuat kajian lebih komprehensif jangka panjang. Hal ini untuk menjaga kapasitas pelayanan air bersih di wilayah Badung terutama Badung Selatan.

Mengenai rencana jangka pendek membuat reservoir dan pemasangan pipa pendorong, Wabup Suiasa sangat mengapresiasi hal tersebut dan diharapkan segera dapat direalisasikan.

"Apa yang dilakukan dalam jangka pendek ini, tolong pastikan sekarang program yang direncanakan dan pastikan pula politik anggarannya. Yang mana dibiayai PDAM dan yang mana dari penyertaan modal Pemkab Badung," pintanya.

Sementara itu, Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Mangutama, Made Suarsa menjelaskan perkembangan di wilayah Kuta Selatan begitu pesat. Kondisi tersebut harus diimbangi pelayanan air bersih yang lebih maksimal.

Dalam waktu dekat, kata Suarsa, untuk Kuta Selatan tepatnya di Pecatu sudah dipasang pipa booster untuk pendorong di wilayah Labuan Sait, Suluban dan sekitarnya yang selama ini terdampak krisis air.

Selanjutnya pada akhir Oktober ini, akan melakukan penambahan terhadap kapasitas produksi di Estuary Dam yang sebelumnya 500 liter/detik akan ditambah lagi 250 liter/detik.

"Bulan November nanti kita uji coba, sehingga kapasitas wilayah (Badung) Selatan akan ada lagi penambahan 250 liter/detik," katanya.

Pihaknya juga akan melakukan penambahan pompa pendorong untuk mendorong air ke Ungasan dan juga pompa 37 kw yang dari Ungasan ke Pecatu. Sehingga diharapkan akhir tahun 2023 ini wilayah-wilayah yang masih mengalami gangguan krisis air sudah bisa diatasi.

Sementara untuk tahun 2024, akan dilakukan pemasangan pipa di beberapa wilayah untuk merevitalisasi pipa-pipa kecil. Tujuannya supaya pengaliran air lebih besar. Selain itu direncanakan memasang tiga reservoir di wilayah Pecatu (Uluwatu, Labuan Sait dan Puskesmas Pecatu).

"Dari hulu, produksi sudah kita tambahkan 250 liter/detik, di hilir pun kita sudah tambahkan dengan reservoir dan pipa pendorong. Inilah upaya yang kita lakukan. Mudah-mudahan permasalahan yang muncul di Selatan mulai bisa kita atasi," jelasnya. (adi/sut)