Jadi Pahlawan Nasional Kedelapan Asal Bali
JAKARTA, PODIUMNEWS.com – Ida Dewa Agung Jambe menjadi pahlawan nasional kedelapan asal Bali.
Sebelumnya gelar pahlawan nasional juga diberikan kepada tujuh tokoh Bali lainnya. Mereka adalah Untung Surapati, Ida I Dewa Agung Istri Kanya, I Gusti Ngurah Made Agung dan I Gusti Ngurah Rai.
Disusul I Gusti Ketut Pudja, I Gusti Ketut Jelantik dan Dr Ida Anak Agung Gde Agung.
Ida Dewa Agung Jambe sendiri dianugrahkan sebagai pahlawan nasional bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/11/2023).
Ida Dewa Agung Jambe yang pada masanya merupakan Raja Klungkung dianugerahkan gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 115/TK/Tahun 2023 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional yang ditetapkan di Jakarta, pada tanggal 6 November 2023.
Penganugerahan gelar tersebut diterima oleh Ida Dalem Semara Putra, yang merupakan ahli waris Ida Dewa Agung Jambe. Turut pula mendampingi Penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya.
"Kami selaku Pemerintah Provinsi Bali dan mewakili segenap masyarakat Bali mengucapkan terima kasih atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional ini. Tentunya penganugerahan ini menjadi satu kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bali, di saat tokoh yang benar - benar berjasa terhadap tanah kelahiran kita (Bali) mendapat pengakuan oleh negara. Semoga ke depan ini menjadi motivasi bagi kita dan generasi-generasi muda penerus Bali, untuk terus berbuat yang lebih baik untuk kemajuan Bali," kata Pj Gubernur Mahendra Jaya.
Berdasarkan kutipan Keppres Nomor 115/TK/Tahun 2023 yang dibacakan oleh Sesmilpres Laksamana Muda TNI Hersan bahwa gelar pahlawan nasional dianugerahkan sebagai penghargaan dan penghormatan yang tinggi atas jasa-jasanya yang luar biasa.
“Yang semasa hidupnya pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan, serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.”
Adapun lima tokoh dari daerah lain yang menjadi pahlawan nasional adalah Bataha Santiago (Sulawesi Utara), Mohammad Tabrani (Jawa Timur), Ratu Kalinyamat (Jawa Tengah) KH Abdul Chalim (Jawa Barat) dan KH Ahmad Hanafiah (Lampung).
Ida Dewa Agung Jambe gugur saat perang puputan melawan Belanda pada 28 April 1908. Peristiwa itu dikenal sebagai Hari Puputan Klungkung dan menjadi Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Semarapura. (adhy/sut)