Search

Home / Khas / Kesehatan

Hasilkan Inovasi dari Pengalaman Pahit

Made Suteja   |    13 Desember 2023    |   06:25:00 WITA

Hasilkan Inovasi dari Pengalaman Pahit
Yuli Ariani saat menjadi narasumber Podcast Bincang Komunikasi, Selasa, (12/12/2023) di Singaraja. (foto/suteja)

APA yang dilakukan Luh Putu Yuli Ariani patut ditiru. Pasalnya, dari pengalaman pahit dialami, ia lebih memilih berinovasi sebagai solusi.

Yuli yang sehari-hari bertugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng ini mempunyai pengalaman pahit kesulitan mencari ketersedian kamar di rumah sakit saat mengandung anak pertamanya.

Apalagi ketika itu, ia sedang berada di luar daerah untuk suatu keperluan. Ia mengaku bahwa kala itu betul-betul mengalami kesulitan mengkonfirmasi pelayanan dan ketersediaan kamar NICU di salah satu rumah sakit.

“Sangat susah dikonfirmasi, jadi sangat memforsir tenaga, pikiran dan waktu,” tuturnya saat menjadi narasumber Podcast Bincang Komunikasi, Selasa, (12/12/2023) di Singaraja.

Karena kejadian itu, ia tercetus ide untuk membuat suatu aplikasi manajemen informasi ketersediaan tempat tidur khusus pasien yang akan rawat inap di RSUD Buleleng.

Ia menjelaskan bahwa melalu aplikasi tersebut, setiap orang dapat langsung mengecek ketersedian kamar dengan meninjau website rsudbuleleng.id lewat smartphone dan PC. Website rsudbuleleng.id secara langsung terintegrasi pada sosial media RSUD Buleleng yang menampilkan display seperti terpasang pada loket pendaftaran rawat inap dan loket pendaftaran rawat jalan.

Aplikasi ini kemudian ia turut daftarkan pada seleksi ASN Berprestasi Tahun 2023 untuk Pemkab Buleleng. Tanpa diduga ia meraih juara pertama dengan inovasinya  berjudul "Tempat Tidur Dalam Jangkauan (TTDJ)".

Menurutnya, segala informasi yang tercantum dalam TTDJ ini sangat diperlukan bagi pasien yang membutuhkan update informasi kamar. Sehingga akan meminimalisir keterlambatan dalam penanganan pasien untuk mendapatkan kamar rawat inap dan komplain dari pasien.

“Sekaligus, dari sisi manajemen akan dibantu mempercepat layanan dan pembuatan keputusan tanpa menelpon seluruh ruangan di rumah sakit sehingga ada efisiensi waktu,” jelasnya.

"Cukup dengan klik rsudbuleleng.id, ketersediaan semua list kamar yang ada di TTDJ bisa dilihat secara detail. Mulai dari kelas apa saja yang tersedia di rumah sakit, jumlah yang terisi, dan tidak bisa dipergunakan," imbuhnya.

Untuk pengaplikasiannya, ia mengatakan dari sisi manajemen RSUD Buleleng sudah mengakomodir kerjasama dengan berbagai pihak. Seperti bagian administrasi, pelayanan, tim Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), keuangan dan SDM (Sumber Daya Manusia).

"Setelah inovasi ini diaplikasikan tepatnya awal November, komplain terhadap ketersediaan kamar pun berkurang dan pelayanan menjadi lebih cepat, efisien dengan satu genggaman ini," terangnya.

Namun di sisi lain, ia juga menyadari kerangka awal dari inovasi ini pastinya ke depan membutuhkan pengembangan. Seperti menambahkan informasi tentang fasilitas kamar, data dan denah per ruangan kamar yang dengan mudah membedakan telah terisi atau belum.

"Suatu inovasi apapun, tidak akan berguna jika tidak ada manfaatnya. Jadi aplikasi yang sudah ada sekarang mari kita sebarluaskan lagi kepada masyarakat agar yang membutuhkan bisa menggunakannya," ajaknya. (suteja)


Baca juga: Pekak Cepeg, dari Tak Sengaja jadi Terkenal