Podiumnews.com / Aktual / Pemerintahan

Bahas Atasi Macet di Badung Selatan

Oleh Editor • 01 Januari 2024 • 17:48:00 WITA

Bahas Atasi Macet di Badung Selatan
Rapat Koordinasi Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2024 yang dipimpin Menhub Budi Karya, Minggu (31/12/2023) di Mangupura. (foto/adi)

MANGUPURA, PODIUMNEWS.com - Persoalan mengatasi kemacetan di kawasan Badung Selatan menjadi pembahasan pada Rapat Koordinasi Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2024, Minggu (31/12/2023) di Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV I Gusti Ngurah Rai.

Rapat yang dipimpin Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi itu dihadiri pula Sekda Badung Adi Arnawa. Selain itu, Kapolda Bali Irjen Pol IB Kade Putra Narendra, Pj Gubernur Bali SM Mahendra Jaya.

Sekda Adi Arnawa mengapresiasi tindakan Menhub Budi Karya Sumadi paska peristiwa macet total pada Jumat, 29 Desember 2023. Kejadian itu akibat akumulasi belum siapnya infrastruktur di Badung Selatan untuk menghadapi membludaknya kunjungan wisatawan.

“Saya senang sekali karena dalam perencanaan jangka panjang, jangka menengah dalam kurun waktu 3-4 tahun ke depan sesuai dengan beberapa kebijakan yang sudah pernah dibahas yang akan dilaksanakan di Bali khususnya di Badung,” ujarnya.

“Melihat kondisi ini sudah kita antisipasi di daerah sesuai dengan kewenangan kami, dan saat ini sedang dilakukan pembebasan lahan di beberapa titik seperti simpang Mc. Donald menuju ke Nusa Dua. Dengan harapan di tahun 2025 itu sudah jadi program nasional, dan di tahun 2024 kami juga akan melaksanakan pembebasan lahan untuk membuat jalan lingkar selatan sebagai upaya mengatasi kemacetan seputaran Uluwatu melalui Ayana,”  imbuhnya.

Namun untuk mengatasi jangka pendek perlu dilakukan langkah-langkah konkret. Salah satunya berkoordinasi dengan instansi terkait agar pembangunan Jalan Gatot Subroto Barat dilanjutkan guna memecah kemacetan menuju ke arah Canggu.

"Mengantisipasi masuknya mobil-mobil dari luar daerah dengan menyiapkan suatu opsi, dan kita harus mampu menyediakan transportasi publik yang memadai,” kata Adi Arnawa.

Sementara Menhub Budi Karya Sumadi mengapresiasi kejadian stagnasi kemacetan total pada 29 Desember 2023 perlu dievaluasi.

“Patut juga memberikan rencana-rencana masing-masing pihak. Kita harus pastikan bahwa apa yang kita lakukan adalah hal yang terbaik dan tidak menimbulkan stagnasi,” ujarnya.

“Suatu stagnasi viral yang akan bisa memberikan beban pada produksi pariwisata Indonesia dan khususnya Bali dan akhirnya mengurangi minat wisatawan datang ke Bali. Oleh karena itu,  pemerintah pusat punya rencana jangka panjang untuk Bali yaitu membuat angkutan massal perkotaan yang lebih baik dengan teknologi baru yaitu LRT,” imbuhnya. (adi/sut)