Danrem: Generasi Milenial Harus Dibekali Semangat Nasionalisme
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Menjelang memperingati Hari Ulang Tahun Ke 74 Kemedekaan Republik Indonesia sangat identik untuk membangkitkan dan mengingatkan kita sebagai warga bangsa terkait gelora nasionalisme atau semangat kebangsaan, termasuk kepada generasi milenial.
Demikian dijelaskan Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh A.M. Suharyadi, S.I.P., M.Si., saat ditanya tanggapannya, terkait harapan nasionalisme bagi generasi milenial di era modern saat ini, Kamis (15/08) di Makorem setempat.
Danrem mengatakan mencermati era saat ini, generasi milenial menjadi topik yang cukup hangat dibicarakan di kalangan masyarakat, mulai dari segi pendidikan, teknologi maupun moral budaya.
Dijelaskan Danrem, milenial atau kadang disebut Generasi Y adalah sekelompok orang yang lahir di kisaran tahun 1980-2000`an, dengan rentang usia saat ini antara 19-39 tahun. Generasi milinial berbeda dengan ciri generasi sebelumnya apalagi terkait dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan.
"Generasi milenial sangat berbeda dengan generasi kita sebelumnya, mereka para milenial sangat identik dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern", jelas Danrem
Harapan kita terhadap generasi milenial dalam konteks nasionalisme, Danrem menggambarkan pada beberapa hal. Pertama, generasi milenial merupakan generasi bangsa dan pemegang estafet dalam mengelola negara dan masa depan bangsa. Kedua, generasi milenial harus diberikan porsi dalam proses penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ketiga, Alasan historis mendasari bahwa Negara Indonesia adalah negara heterogen, plural dan majemuk. Dengan demikian nilai-nilai kebangsaan harus selalu berorientasi pada Empat Konsensus Dasar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Serta yang keempat, Bagi generasi milenial wajib dan harus dibekali tentang wawasan dan jiwa kebangsaan serta semangat nasionalisme yang tinggi sebagai pemegang estafet generasi bangsa.
Danrem juga mengungkapkan sisi lain yang bisa kita dapatkan dengan keberadaan generasi milenial yaitu menjadi keuntungan secara demografi atau disebut bonus demografi bagi Bangsa Indonesia, dimana dengan jumlah generasi milenial yang cukup banyak dengan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mumpuni dan bisa diarahkan serta dikendalikan maka akan bisa membawa masa depan dan kemajuan Bangsa Indonesia yang lebih baik.
"Catatan dari data statistik kependudukan Indonesia, menunjukkan bangsa kita memiliki keunggulan usia produktif atau bonus demografi, ini yang harus dimanfaatkan sebagai modal membangun dan memajukan bangsa, termasuk dari potensi generasi milenialnya", pungkas Danrem. (RIK/PDN)