Podiumnews.com / Aktual / Advertorial

Giri Prasta Tandatangani Prasasti Pura Pasek Agung Tegal

Oleh Editor • 25 Februari 2024 • 18:14:00 WITA

Giri Prasta Tandatangani Prasasti Pura Pasek Agung Tegal
Bupati Giri Prasta selaku MGPSSR Provinsi Bali menghadiri karya melaspas sekaligus menandatangani prasasti di Pura Pasek Agung Tegal, Desa Pemecutan, Denpasar, Sabtu (24/2/2024). (foto/adi)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta selaku Ketua Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali menghadiri karya melaspas sekaligus menandatangani prasasti Pura Pasek Agung Tegal, Desa Pemecutan, Denpasar, bertepatan dengan Rahina Purnama Kasanga, Sabtu (24/2/2024).

Turut hadir Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Kadis Kebudayaan Denpasar, Camat Denpasar Barat, Ketua PHDI Bali, Ketua PHDI Denpasar, Bendesa Adat Denpasar serta krama pengempon pura.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Nyoman Giri Prasta menyerahkan bantuan dana Pemkab Badung sebesar Rp 2 miliar lebih dan secara pribadi membantu Rp 40 juta.

Dalam sambutannya Bupati Nyoman Giri Prasta menyampaikan rasa bangga dan bahagianya bisa hadir sekaligus menyaksikan Karya Melaspas Pura Pasek Agung Tegal

Diharapkan dalam upacara ini dilaksanakan dengan cara gotong-royong, dan bersama- sama secara tulus ikhlas. Dalam pelaksanaan pujawali ini dapat dikatakan, puja itu dilaksanakan oleh sulinggih bersama pemangku dan walinya dilaksanakan oleh welaka, ada sekaa gong, pesantian, dan Topeng Sidakarya.

Lebih lanjut dikatakan, pengempon Pura Pasek yang pertama wajib dilaksanakan adalah astiti kepada Ida Hyang Widhi Wasa. Kedua bakti kepada Kawitan. Ketiga tindih kepada bhisama, dan terakhir guyub terhadap pasemetonan.

“Karena dapat dikatakan kita ini saling sumbah, mesidikara, dan saling parit. Dimana saling sembah kita kepada Ida Hyang Ratu Pasek. Mesidikara dimana kita duduk sama rendah berdiri sama tinggi, dan yang terakhir saling parit yaitu satu bisa dibagi berdua, dan sebelum Indonesia merdeka di Bali ini hanya Dharmaning Leluhur, maka dari itulah kita semua ini adalah bersaudara. Yang pertama Dharmaning Leluhur, yang kedua Dharmaning Agama dan yang ketiga Dharmaning Negara,” ujarnya.

“Astungkara Ida Ratu Pasek selalu memberikan kebaikan dan anugerahnya buat kita semua sehingga karya melaspas dapat berjalan dengan labda karya sida sidaning don gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja," imbuhnya.

Sementara Manggala karya I Wayan Sudaga menyebutkan pengempon Pura Pasek Agung Tegal diempon oleh 58 dadia alit seluruh Bali.

“Harapan kami melalui karya ini nantinya dapat mewujudkan kehidupan yang aman damai gemah ripah loh jinawi dan karya ini juga sebagai wujud syukur kepada Sang Pencipta atas anugerah yang diberikan,” ujarnya. (adi/adv)