Mengenal Sekelumit Desa Bali Aga
PENDUDUK Bali dipercaya mayoritas datang dari Pulau Jawa sebagai keturunan kerajaan Majapahit. Masyarakat kerajaan Majapahit ini masuk ke Bali di abad ke-14 dengan tujuan menyelamatkan diri.
Pada saat itu, berkecamuk peperangan antara kerajaan Majapahit dengan kerajaan Islam, Demak. Masyarakat asli Bali sendiri, dikenal dengan Bali Aga, terus hidup berdampingan dengan pendatang.
Disebut Bali Aga karena umumnya kelompok ini tinggal di daerah pegunungan. Dalam bahasa Kawi, Aga artinya gunung.
Masyarakat Bali Aga memiliki tradisi yang sedikit berbeda dari masyarakat Bali pada umumnya.
- Desa Sidatapa
Desa Sidatapa berada di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Salah satu desa tertua di Bali ini didirikan pada tahun 785.
Sejumlah rumah di Desa Sidatapa masih berupa rumah adat kuno yang terbuat dari tanah liat.
Desa Sidatapa punya tradisi ritual Agung Briyang Ini merupakan ritual untuk menyambut para dewa dan mengusir roh jahat.
Dari dulu hingga sekarang, penduduk desa ini dikenal sebagai pengerajin kerajinan anyaman bambu. Produksinya banyak diminati turis, baik lokal maupun mancanegara.
- Desa Tenganan Pegringsingan
Desa Tenganan Pegringsingan berlokasi di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Desa ini memiliki tradisi unik bernama Mekarre-kare atau dikenal juga dengan perang pandan.
Dalam tradisi ini, para pria akan bertarung menggunakan senjata dari daun pandan dan tameng dari duri pandan.
Adapun untuk produk kerajinan, Tenganan Pegringsingan pusat kerajian ikat kain grinsing atau tenun double ikat. Untuk menghasilkan satu tenunan grinsing membutuhkan waktu sekitar 3 tahun. Karena itu, kain yang digunakan dalam upacara adat ini sangat langka dan mahal.
- Desa Penglipuran
Desa Penglipuran yang berada di Kabupaten Bangli dikenal sebagai desa paling bersih di dunia. Ini tidak lepas dari konsep Tri Hita Karana (tiga sumber hidup harmonis) yang dianut masyarakat desa.
Salah satu dari konsepnya tentang hubungan antara manusia dan lingkungan. Karena itu masyarakat desa sangat menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan.
Sesuai dengan konsep itu pula tata ruang desa diatur dengan model undakan yang rapi dan harmonis.
Di desa ini terdapat hutan bambu yang luasnya sekitar 45% dari wilayah desa dan dijaga ketat. Masyarakat Desa Penglipuran percaya hutan bambu ini tempat asal usul nenek moyang mereka.
- Desa Trunyan
Desa Trunyan bisa dibilang sebagai salah satu desa Bali Aga paling terkenal. Desa ini sudah berdiri sejak tahun 882 Masehi. Lokasinya di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
Penduduk desa ini dikenal memiliki tradisi pemakaman yang unik. Orang yang sudah meninggal tidak dikremasi tetapi hanya ditaruh di bawah pohon Taru Menyan. Pohon ini bisa menghilangkan bau jenazah yang diletakkan di sana. (adi/suteja)